5 Mazhab atau Aliran Para Ahli Filsafat Hukum

Para ahli hukum terjun ke bidang filsafat dikarenakan beberapa faktor yaitu timbulnya kebimbangan akan kebenaran atau keadilan dari hukum yang berlaku. Timbulnya kebimbangan ini dikarenakan adanya hukum yang berlaku di masyarakat namun tidak sesuai denga keadaan masyarakat yang diaturnya.

Hasil pemikiran para ahli filsafat hukum terhimpun dalam berbagai Mazhab atau aliran, antara lain sebagai berikut:

1. Mazhab Formalistis

Beberapa ahli filsafat hukum menekankan, betapa pentingnya hubungan antara hukum dengan prinsip-prinsip moral (yaitu etika dalam arti sempit) yang berlaku umum.

2. Mazhab Sejarah dan Kebudayaan

Mazhab sejarah dan kebudayaan, mempunyai pendirian yang sangat berlawanan dengan Mazhab Formalistis. Mazhab ini justru menekankan bahwa hukum hanya dapat dimengerti dengan menelaah kerangka sejarah dan kebudayaan dimana hukum tersebut timbul.

3. Aliran Utilitarianism

Jeremy Bentham (1748-1832) dapat dianggap sebagai salah satu tokoh yang terkemuka dari aliran ini. Bentham adalah seorang ahli filsafat hukum yang sangat menekankan pada apa yang harus dilakukan oleh suatu sistem hukum. Dalam teorinya tentang hukum, Bentham mempergunakan salah satu prinsip dari aliran Utilitarianism , Bahwa manusia bertindak untuk memperbanyak kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. Ukuran baik buruknya suatu perbuatan manusia tergantung dari perbuatan tersebut, apakah dapat mendatangkan kebahagiaan atau tidak. Bentham banyak mengembangkan pikirannya untuk bidang pidana dan hukuman terhadap tindak pidana. Menurutnya, setiap kejahatan harus disertai dengan hukuman-hukuman yang sesuai dengan kejahatah tersebut dan hendaknya penderitaan yang dijatuhkan tidak lebih dari yang diperlukan untuk mencegah terjadinya kejahatan.

4. Aliran Sociological Jurisprudence

Seorang ahli hukum Austria yaitu Eugen Ehrlich (1826-1922) dianggap sebagai pelopor dari aliran Sociological Jurisprudence, berdasarkan hasil karyanya yang berjudul Fundamental Principles of the Sociologi of Law. Ajaran Ehrlich berpokok pada pembedaan antara hukum positif dengan hukum yang hidup, atau dengan perkataan lain suatu pembedaan antara kaidah-kaidah sosial lainnya. Dia menyatakan bahwa hukum positif hanya akan efektif apabila selaras dengan hukum yang hidup di masyarakat, atau dengan apa yang disebut oleh para antropolog sebagai pola-pola kebudayaan (culture patterns).

5. Aliran Realisme Hukum

Aliran realisme hukum diprakarsai oleh Karl Llewellyn (1893-1962), Jerome Frank (1889-1957), dan Justice Olivier Wendell Holmes (1841-1935) ketiga-tiganya adalah orang Amerika. Mereka terkenal dengan konsep radikal tentang proses peradilan dengan menyatakan bahwa hakim-hakim tidak menemukan hukum, akan tetapi membentuk hukum. Seorang hakim harus selalu memilih, dia yang menentukan prinsip-prinsip mana yang dipakai dan pihak-pihak mana yang akan menang. Keputusan-keputusan hakim seringkali mendahului penggunaan prinsip-prinsip hukum yang formal. Keputusan pengadilan dan doktrin hukum selalu dapat dikembangkan untuk menunjang perkembangan atau hasil-hasil proses hukum. Suatu keputusan pengadilan biasanya dibuat atas dasar konsepsi-konsepsi hakim yang bersangkutan tentang keadilan dan dirasionalisasikan di dalam suatu pendapat tertulis.

 

 

 

Serpihan Tak Berguna ~

Seperti yang terngiang di pikiran separuh usia saya “menjadi orang yang lebih berguna”

For who?

For the people around us~

Bukankah itu penting?

Bagaimana memaknai arti sebuah kehidupan dan mencari tujuan hidup agar bisa berpengaruh terhadap orang lain….

Zoon Politicon ~(Aristoteles)

Manusia sebagai Mahkluk Sosial, Begitu kira-kira menurut pemahaman saya….

Berkomunikasi dengan lingkungan, orang-orang, Getting along , Positive Vibes and Feed Back for them…

Jika terealisasi dengan baik, maka lingkungan baru akan menjadi rumah kita….

cukup mudah bukan?

Itu hanya beberapa dari sudut Persuasif yang Kooperatif…

Bagaimana dari sisi lainnya? Seperti belajar filsafat yang tidak hanya dari satu sisi, melainkan dari banyak sisi….

Ohya… Semua diluar itu akan terpengaruh sebagai dependent variable dari Persuasif yang Kooperatif ini…

So Guys ,,,, Don’t Forget to Spread the Love and Kindness as Much as you could…😉

 

 

 

 

5 Persiapan Dasar Sebelum Seleksi Polisi / Polri

Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) adalah institusi yang bertugas dalam Sektor Kamdagri (Keamanan Dalam Negeri) meliputi Perlindungan, Pengayoman, dan Pelayanan kepada Masyarakat. Sekolah Kepolisian Negara Republik Indonesia terdiri dari 3 Golongan Sekolah yaitu Golongan Tamtama, Bintara, dan Perwira.

Golongan Tamtama biasanya terdiri dari pasukan brimob yang dibentuk dan di didik langsung di Pusdik Brimob (Jawa Timur), Golongan Bintara biasanya di didik di masing-masing SPN (Sekolah Polisi Negara) tiap daerah, Golongan Periwira dibagi menjadi dua yaitu 1. Akpol dan 2. SIPSS (Sekolah Polisi Sumber Sarjana).

Nahh…

Dalam seleksi penerimaan anggota Polri, banyak jenis tes yang harus dilewati oleh peserta seleksi, mulai dari kelengkapan administrasi, kesehatan, fisik, dll.

Mari kita bedah satu-satu  apa saja persiapan dasar sebelum mengikuti seleksi Polisi.

1. Persiapan Administrasi 

Persiapan administrasi awal sangat penting seperti legalisir ijazah, Rumus Sidik Jari, SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), KTP, KK, dan data diri personal lainnya.

2. Cek Kesehatan 

Nah check up kesehatan awal kita terlebih dahulu, bisa dilakukan di RS Bhayangkara masing-masing. Cek kesehatan tahap awal terdiri dari fisik secara luar seperti bentuk kaki, THT, abeien, mata, dll. Sedangkan cek kesehatan kedua lebih pada organ dalam kita seperti Torak, cek darah, urine, jantung, dll.

Maka dari itu perlu dikiranya sebelum mengikuti seleksi, lebih awal kita melakukan cek kesehatan agar mengetahui kondisi fisik dan kesehatan calon peserta seleksi.

3. Persiapan Psikologi

Untuk persiapan psikologi dapat dilakukan dengan latihan soal-soal psikologi yang banyak di jual di toko buku. Lebih banyak persiapan maka lebih baik. Pengalaman priadi saya pada persiapan psikologi saya membeli sekitar 5 buku yang berbeda, dan itu sangat membantu saat saya menyelesaikan soal-soal tes psikologi.

4. Persiapan Kesemaptaan Jasmani

Jasmani tak kalah penting dalam persiapan seleksi polisi. Dari persiapan Lari 12 menit, Sit Up, Push Up, Pull Up, Chinning Up (Untuk Perempuan) , Shuttle Run (Lari angka 8), dan renang 20 Meter. Latihan seluruh bentuk tes kesemaptaan Jasmani dapat dilatih secara progresif mulai dari repetisi kecil kemudian bertambah sesuai dengan kemampuan kita. Intinya Komitmen dalam melaksanakan latihan guys, ingat tujuan awal kita.

5. Persiapan Akademik

Akademik secara umum akan dibagi menjadi 3 Tes, yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Pengetahuan Umum.

Persiapan akademik ini bisa kita lakukan seperti persiapan saat Ujian Nasional SMA, tak jauh beda soal-soalnya, pengetahuan umum kalau saya sendiri mengkaji bahwa soal pengetahuan umum ini terdiri dari Matematika, Sejarah, PKN, dan IPA. Jadi dapat dipersiapkan lebih awal mengenai pengetahuan umum dan tes akademik ini.

 

Nahh.. itulah beberapa hal dasar yang menurut saya penting untuk dipersiapkan sebelum mengikuti seleksi Polisi.

Ohhiya hal yang paling penting jangan lupa Berdoa dalam setiap langkah ya.. Semoga Tuhan Memberkati kita dengan hal yang baik dalam setiap tahap seleksi…

Apabila teman-teman memiliki pendapat lain atau tambahan lain, jangan sungkan untuk menulisnya di komentar ya,,,,

 

 

Kind Regards,

Dedek Buana

 

 

Naskah Sidang Peradilan Semu Pidana Pencurian (Lengkap)

NASKAH SIDANG PERADILAN PIDANA

 

Petugas Ruang Sidang    :    Majelis Hakim memasuki ruang sidang, hadirin dimohon berdiri. (setelah hakim duduk, hadirin dipersilahkan duduk kembali panitera menyerahkan berita acara kepada majelis hakim).

Hakim Ketua                    :    Sidang Perkara Pidana PN Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara pidana Nomor 1777Pid.B/2017/PN DPS, atas nama Terdakwa ADELVY RESI SETIA dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum, (Ketuk palu 3 kali).

Penuntut Umum apakah Terdakwa sudah siap? kepada penuntut umum dipersilahkan untuk menghadirkan terdakwa ke ruang sidang.

JPU                                   :    Saudara terdakwa, dipersilahkan masuk dalam ruang persidangan (terdakwa dalam keadaan bebas dan didampingi kuasa hukumnya)

Hakim Ketua                    :    Baiklah Saya Akan Menanyakan Identitas Saudara sebagaimana yang telah terdapat didalam BAP:

Nama Saudara          : ADELVY RESI SETIA

Tempat Lahir/Umur  : Manado / 21 Tahun

Jenis Kelamin           : Perempuan

Kewarganegaraan     : Indonesia

Alamat                      : Kerobokan Kelod

Agama                      : Hindu

Pekerjaan                  : Serabutan

 

Hakim Ketua                    :   Saudara terdakwa, apakah saudara dalam keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani dan siap mengikuti persidangan hari ini?

Terdakwa                         :    Ya, saya dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani dan saya siap mengikuti persidangan hari ini.

Hakim Ketua                    :    Saudara Terdakwa, saudara oleh penunutut umum di dakwa melakukan tindak pidana pencurian dengan Pemberatan pasal 363 ayat (2) KUHP , apakah saat ini saudara di dampingi oleh penasehat hukum saudara?

Terdakwa                         :    Ya, saat ini saya didampingi oleh penasehat hukum saya. Yaitu saudara (PUTRA KUNING, ANIK PRESILIANI, dan Sdr. STEFANI RAISI)

Hakim Ketua                    :    Betul mereka penasehat hukum saudara ?

Terdakwa                         :    Betuk Pak Hakim

Hakim Ketua                    :    Saudara  penasehat hukum, apakah saudara membawa surat kuasa khusus dari terdakwa dan kartu Advokat saudara? Jika ada mohon ditunjukkan.

PH Terdakwa                   :    Ya, Majelis Hakim yang terhormat, kami membawanya (PH menunjukkan surat kuasa dan surat tugas pada Majelis Hakim / serta surat kuasa dan kartu Advokatnya di tinggalkan di meja Hakim)

Hakim Ketua                    :    (Setelah hakim ketua menerima kedua surat tersebut, kemudian menunjukkkan pada Hakim 1 dan 2 dan menunjukan kepada Penuntut Umum Untuk memeriksa)

Hakim Ketua                    :    Baiklah, kepada saudara Jaksa penuntut umum, apakah sudah siap membacakan dakwaannya?

JPU                                   :    Sudah siap Majelis Hakim yang terhormat.

Hakim Ketua                    :    Baiklah silakan dibacakan saudara Jaksa Penuntut Umum.

JPU                                   :    (membacakan dakwaannya sambil berdiri)

Hakim Ketua                    :    Baik saudara terdakwa, Apakah saudara terdakwa mengerti dengan dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa penuntut umum?

Terdakwa                         :    Saya mengerti Pak Hakim.

Hakim Ketua                    :    Apakah saudara akan mengajukan eksepsi terhadap dakwaan Jaksa penuntut umum?

Terdakwa                         :    Untuk eksepsi saya serahkan sepenuhnya kepada Penasehat Hukum saya Pak Hakim.

Hakim Ketua                    :    Apakah Penasehat Hukum terdakwa akan mengajukan eksepsi?

  1. Terdakwa :   Majelis Hakim yang terhormat, kami tidak mengajukan eksepsi, oleh karena terdakwa sudah memahami dakwaan tersebut Pak Hakim.

Hakim Ketua                    :    Baik, karena Penasehat Hukum tidak mengajukan eksepsi maka sidang kita lanjutkan dengan pemeriksaan barang bukti dan saksi – saksi kepada jaksa penuntut umum apakah telah siap dengan barang bukti dan saksi – saksinya?

JPU                                   :    Majelis Hakim yang terhormat, kami akan mengajukan alat bukti dan saksi-saksi, namun pada persidangan ini kami belum siap untuk itu kami mohon agar persidangan ini bisa ditunda Pak Hakim.

Hakim Ketua                    :    Apakah Penasehat Hukum terdakwa setuju sidang ini untuk ditunda.

PH Terdkwa                     :    Kami setuju Majelis hakim.

Hakim Ketua                    :  (BEREMBUK Sejenak dengan Hakim Ang.I dan Hakim Ang.2) Baiklah, sidang hari ini ditunda dan dilanjutkan pada hari Rabu tanggal 29 Nov 2017, pukul 09.00 WITA dengan agenda Acara pemeriksaan alat bukti dan saksi-saksi kepada Jaksa penuntut umum agar menghadapkan kembali terdakwa dan menghadirkan alat bukti dan saksi-saksi pada persidangan berikut. Dengan demikian maka sidang dinyatakan ditunda dan ditutup (Ketua mengetuk palu 3 kali).

 

 

 

Sidang II Rabu, 29 Nov 2017 (Pemeriksaan Alat Bukti dan Keterangan Saksi – Saksi)

 

Hakim Ketua                    :    Sidang Lanjutan Perkara Pidana PN Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara pidana Nomor 1777Pid.B/2017/PN DPS, atas nama Terdakwa ADELVY RESI SETIA dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum, (Ketuk palu 3 kali).

Hakim Ketua                    :    Sesuai berita acara sidang yang lalu, maka sidang hari ini adalah pemeriksaan alat bukti dan  saksi – saksi, saudara JPU, apakah alat bukti dan saksi – saksi sudah siap dihadirkan di persidangan ini?

JPU                                   :    Sudah siap Pak Hakim.

Hakim Ketua                    :    Saudara Terdakwa dipersilahkan mengambil tempat disamping penasehat hukumnya (Terdakwa pindah duduk disamping penasehat hukumnya)

Hakim Ketua                    :    Baik selanjutnya ada berapa orang saksi yang akan dihadirkan di persidangan ini Jaksa Penuntut Umum?

JPU                                   :    3 orang saksi Pak Hakim

Hakim Ketua                    :    Silahkan dihadirkan saksi pertamanya

JPU                                   :    Baik Yang Mulia

                                               Petugas mohon hadirkan Saksi I atas nama INTAN SETYAWARDANI ke persidangan

Petugas Sidang                     :    (Memanggil Saksi) Saksi atas nama INTAN SETYAWARDANI  di persilahkan memasuki ruang sidang.

Hakim Ketua                    :    Saudara Jaksa Penuntut Umum Saksi di sini sebagai apa?

JPU                                   :    Saksi di sini, merupakan Saksi Korban Pak Hakim

Hakim Ketua                    :    Baiklah, Saudara Saksi, apakah saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan siap untuk memberikan keterangan dalam persidangan hari ini ?

Saksi Korban                   :    Ya, saya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan siap memberikan keterangan dalam persidangan ini Pak Hakim

Hakim Ketua                    :    Baiklah, pertama-tama saya akan menanyakan identitas Saudara, sebagaimana terdapat didalam BAP dan saya minta saudara menjawabnya dengan jelas.

N  a  m  a                      :    INTAN SETYAWARDANI

Tempat/Tanggal Lahir   :    23 November 1996

Jenis Kelamin               :    Perempuan

U  m  u  r                      :    21 Tahun

A g a m a                      :    Hindu

A l a m a t                     :    Gianyar

Pekerjaan                      :    Pegawai di perusahaan Swasta

Kebangsaan                  :    Indonesia

Hakim Ketua                    :    (Hakim Anggota I menyerahkan KTP kepada Panitera pengganti) Baiklah sebelum saudara memberikan keterangan di persidangan ini, menurut Undang-Undang  saudara harus bersumpah atau berjanji terlebih dahulu untuk itu saudara bersedia disumpah atau berjanji ?

Saksi Korban                   :  Saya bersedia disumpah Bapak Hakim

Hakim Ketua                    :  Kepada Petugas Rohaniawan agar mengambil tempat.

Hakim Ang. I                   :  (Silakan berdiri) Saudara ikut kata-kata saya, ”Saya berjanji bahwa saya sebagai saksi dalam perkara ini, akan memberikan keterangan yang benar dan tidak lain dari yang sebenarnya” (silahkan duduk, kepada Rohaniawan silahkan kembali ketempat)

Hakim Ketua                    :    Saudara Saksi telah berjanji menurut Agama yang saudara anut, untuk itu kami berharap saudara dapat memberikan keterangan yang benar, karena apabila terbukti saudara memberikan keterangan palsu, maka saudara dapat diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 7 tahun, sebagaimana diatur dalam pasal 242 KUHP, Apakah saudara saksi mengerti?

Saksi Korban                   :    Saya mengerti Bapak Hakim

Hakim Ketua                    :    Saudara kenal dengan Terdakwa ?

Saksi Korban                   :    Tidak pak hakim

Hakim Ketua                    :    Saudara Saksi apakah mengetahui terkait perkara apa saudara diperiksa dalam persidangan ini?

Saksi Korban                   :    Saya mengetahuinya pak hakim , terkait pencurian sepeda motor yang terjadi di rumah saya.

Hakim Ketua                    :    Saudara Saksi tahu dari mana bahwa telah hilang 1(satu) unit sepeda motor scoopy BK 5541 AEM ?

Saksi Korban                   :    Saya mengetahuinya dan menyadarinya pada saat bangun tidur dini hari pak hakim setelah saya mengecek parkir depan rumah saya.

Hakim Ketua                    :    Bagaimana reaksi saudara setelah mengetahui hilangnya sepeda motor saudara?

Saksi Korban                   :    Saya bingung, dan marah dan mau mencari siapa yang mengambil sepeda motor saya

Hakim Ketua                    :    Baik Coba sudara jelaskan,  saat saudara mengetahui hilangnya sepeda motor saudara apakah ada benda lain yang hilang ataupun rusak?

Saksi Korban                   :    ada pak hakim, yaitu gembok garase rumah saya rusak dan rantai untuk menggembok garase sudah hilang.

Hakim Ketua                    :    Baik saudara Jaksa Penuntut Umum silahkan serahkan barang bukti ke Majelis Hakim.

JPU                                    :    Baik Majelis Hakim yang terhormat (JPU maju membawa BB ke meja Hakim)

Hakim Ketua                    :    Apakah benar barang ini adalah barang bagian dari spm milik saudara? (sambil menunjukan barang bukti ke korban )

Berupa : Satu Plat BK 5541 AEM

Saksi Korban                   :    Iya benar Bapak Hakim, barang tersebut plat sepeda motor scoopy saya

Hakim Ketua                    :    (Baik) Saudara Jaksa Penuntut Umum, Silahkan untuk mengajukan pertanyaan.

JPU I                                 :    Baik Terimakasih Yang Mulia, Saudara saksi, Apakah benar pada saat itu stang sepeda motor saudara sudah terkunci?

Saksi Korban                   :    Benar Pak, saya selalu mengunci stang sepeda motor saya.

JPU II                               :    Saudara saksi, Apakah benar anda menemukan kunci gembok pagar rumah anda rusak dan rantai untuk menggembok saat itu sudah hilang?

Saksi Korban                   :    Iya Pak, Saat itu saya menemukan gembok pagar saya sudah rusak dan rantai untuk menggembok pagar sudah tidak ada pada saat sepeda motor hilang.

JPU                                   :    Baik pak hakim, pertanyaan dari kami cukup.

Hakim Ketua                    :    Kepada penasehat hukum terdakwa, apakah ada pertanyaan yang ingin di tanyakan kepada saksi?

PH.Terdakwa                   :    Ada pak hakim. Terimakasih

PH.Terdakwa                   :    Kepada Saudara saksi, ingin saya tanyakan, kapan anda menyadari sepeda motor anda itu telah hilang atau dicuri?

Saksi Korban                   :    Pada saat itu sekitar pukul 04.30 pagi saya hendak pergi untuk sembahyang dan saya sudah mendapatkan bahwa motor scopy saya sudah tidak ada ditempatnya.

PH.Terdakwa                   :   Pada saat anda mendapati sepeda motor scoopy anda tidak ada

pada tempatnya anda juga mendapati gembok anda terbuka

apakah pada malam sebelumya pintu gerbang anda sudah benar-

benar terkunci?

Saksi Korban                   :    Benar, sebelum tidur saya selalu mengunci pintu gerbang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

PH.Terdakwa                  :    Saudara saksi Saya tanyakan lagi, disaat penangkapan ditemukan plat dengan Nomor Polisi BK 5541 AEM, apakah benar itu plat nomor sepeda motor anda yang hilang?

Saksi Korban                   :    Benar Pak, motor Honda Scoopy dengan Nomor Polisi BK 5541 AEM itu milik saya.

PH.Terdakwa                  :    Apa benar gembok rusak dan rantai hilang pada saat anda menyadari sepeda motor anda hilang?

Saksi Korban                   :    Benar, gembok gerbang rusak dan rantai pada gembok hilang pada saat saya menyadari honda scopy saya telah hilang.

PH.Terdakwa                   :    Baik, pertanyaan dari kami untuk sementara cukup Majelis Hakim.

Hakim Ketua                    :    (Baik) Silahkan Hakim Anggota I, pertanyaan untuk Saudara Saksi?

Hakim Anggota I             :    Terimakasih Pak Ketua,

                                               Saudara saksi apakah saudara sempat mencari keterangan atau informasi kepada kerabat atau tetangga saudara terkait hilangnya sepeda motor saudara?

Saksi Korban                   :   Ya bu, saya sempat bertanya kepada tetangga saya, namun tidak ada yang mengetahui informasi terkait hilangnya sepeda motor saya.

Hakim Anggota I             :   Baik Cukup Yang Mulia.

 

Hakim Ketua                    :    Silahkan Hakim Anggota II Apakah ada pertanyaan untuk Saudara Saksi?

Hakim Anggota II           :   Tidak, Saya Rasa Cukup Yang Mulia.

Hakim Ketua                    :    Kepada Jaksa Penuntut Umum apakah ada yang ingin di tanyakan lagi kepada Saksi?

JPU                                   :    Tidak ada Pak Hakim

Hakim Ketua                    :    saudara terdakwa, bagaimana dengan keterangan dari saudara saksi ?

Terdakwa                         :    Benar Pak Hakim.

Hakim Ketua                    :    Baik keterangan dari saksi dianggap cukup, dan kami ucapkan terima kasih, dan apabila kami membutuhkan keterangan dari saksi lagi, kami berharap saudara saksi tidak berkeberatan untuk hadir kembali di persidangan ini, silahkan saudara saksi dapat menuju tempat yang telah disediakan dan jangan bercakap-cakap dengan saksi atau ahli lainnya.

Hakim Ketua                    :    Saudara Jaksa Penutut Umum silahkan hadirkan Saksi berikut.

JPU                                        :    Baik Yang Mulia

                                               Petugas Mohon Hadirkan Saksi II atas nama KADEK ADI ERAWAN ke Persidangan !

Petugas Sidang                :    (Memanggil Saksi) Saksi atas nama KADEK ADI ERAWAN di persilahkan memasuki ruang Sidang.

Hakim Ketua                    :    Saudara Saksi, apakah saudara sehat jasmani dan rohani dan siap untuk memberikan keterangan dalam persidangan pada hari ini?

Saksi II                             :    Ya Pak Hakim, saya sehat dan siap memberikan keterangan dalam persidangan ini

Hakim Ketua                    :    Baiklah, bisa lihat kartu identitas saudara berupa(KTP)?

Saksi III                           :    (maju dan memberikan kartu identitasnya ke Pak Hakim)

Hakim Ketua                    :    Baiklah, pertama-tama saya akan menanyakan identitas dari saudara dan saya minta saudara menjawabnya dengan jelas.

                                               N  a  m  a                    : KADEK ADI ERAWAN

Tempat tanggal lahir   : Singaraja / 07 September 1993

Jenis Kelamin             : Laki-Laki

U  m  u  r                    : 24 Tahun

A g a m a                    : Hindu

A l a m a t                   : Asrama Polisi Kreneng Blok P

Pekerjaan                    : Polri

Kebangsaan                : Indonesia

Hakim Ketua                    :    (Hakim Anggota I menyerahka KTP kepada Panitera pengganti) Baiklah sebelum saudara memberikan keterangan di persidangan ini menurut UU, saudara harus disumpah atau berjanji, untuk itu saudara bersedia disumpah atau berjanji?

Saksi                                 :    Saya Bersumpah Bapak Hakim

Hakim Ketua                    :    Kepada Rohaniawan dipersilahkan untuk mengambil tempat

Hakim Ang. I                   :  (Silahkan Berdiri) Saudara ikuti kata-kata saya, “Saya bersumpah bahwa saya sebagai saksi dalam perkara ini, akan memberikan keterangan yang benar dan tidak lain dari yang sebenarnya”, (silahkan duduk, kepada Rohaniawan silahkan kembali ketempat)

Hakim Ketua                    :    Saudara saksi telah bersumpah menurut agama yang saudara anut, untuk itu kami berharap saudara dapat meberikan keterangan yang benar, karena apabila terbukti saudara memberikan keterangan palsu, maka saudara dapat diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 7 tahun sebagaimana diatur dalam pasal 242 KUHP, Apakah saudara saksi mengerti ?

Saksi II                             :    Saya mengerti Bapak Hakim

Hakim Ketua                    :    Saudara Saksi, Apakah saudara kenal dengan Terdakwa?

Saksi II                             :    Ya Pak Hakim,

Hakim Ketua                    :    Saudara Saksi, apakah saudara ada hubungan keluarga dengan Terdakwa?

Saksi II                             :    Tidak, Pak Hakim.

Hakim Ketua                    :    Saudara Saksi, Mengertikah saudara mengapa dimintai keterangan sebagai saksi dipersidangan ini?

Saksi II                             :    Mengerti Yang Mulia, Terkait penangkapan yang saya lakukan pada tanggal 5 juli 2017.

Hakim Ketua                    :    Baik. Silahkan Penuntut Umum apakah ada pertanyaan yang akan diajukan kepada saksi?

JPU                                   :    Ada Pak Hakim, Apakah benar anda yang melakukan penangkapan terhadap saudara terdakwa?

Saksi II                             :    Iya Pak, saya bersama rekan saya satu regu piket yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

JPU                                   :    Kapan saudara melakukan penangkapan terhadap terdakwa?

Saksi II                             :    Saya melakukan penangkapan bersama rekan saya tepatnya pada hari hari rabu 5 juli 2017.

JPU                                   :    Dimana saudara melakukan penangkapan terhadap terdakwa?

Saksi II                             :    Penangkapan dilakukan dikediaman terdakwa.

JPU                                   :    Apakah saat melakukan penangkapan terdakwa melakukan perlawanan atau mencoba melarikan diri?

Saksi II                             :    Tidak, pada saat itu karena terdakwa sudah kami kepung maka tidak dapat melarikan diri.

JPU                                   :    Baik cukup Pak Hakim pertanyaan dari kami

Hakim Ketua                    :    Baik saudara JPU, selanjutnya kepada saudara Penasehat Hukum Terdakwa apakah ada yang perlu ditanyakan?

Penasehat Hukum           :    Ada, Pak Hakim, baik Saudara Saksi, Darimana anda mengetahui bahwa saudara yustus yang melakukan pencurian?

Saksi II                             :    Kami bersama rekan mendapatkan informasi dari masyarakat

bahwa dirumah tersebut banyak onderdil sepeda motor yang sudah dibongkar.

Penasehat Hukum                :    Apakah ada barang bukti yang saudara temukan di TKP?

Saksi II                             :    Iya Pak, kami mengamakan nomor plat kendaraan dan 1 buah obeng yang digunakan terdakwa melakukan pencurian tersebut.

Penasehat Hukum                :    Darimana anda tahu bahwa obeng tersebut merupakan barang bukti yang digunakan untuk melakukan pencurian?

Saksi II                             :    Saya bersama rekan mengetahui dari pengakuan terdakwa pada saat melakukan penangkapan.

Penasehat Hukum           :    Apakah benar saudara terdakwa telah mengaku yang melakukan pencurian tersebut?

Saksi II                             :    Benar Pak, Pada saat penangkapan saudara terdakwa sudah mengakui perbuatanya.

Penasihat Hukum            :   Apa saja yang saudara terdakwa akui kepada saudara?

Saksi II                             :    Saudara terdakwa mengakui sudah beberapa kali melakukan pencurian sepeda motor salah satunya, Honda Scopy DK 5541 AEM, Dan alat yang digunakan untuk pencurian adalah satu buah obeng.

Penasehat Hukum           :    Baik Pak Hakim, pertanyaan dari saya cukup.

 

Hakim Ketua                    :    Selanjutnya pada Hakim Anggota I, apakah ada pertanyaan?

Hakim Anggota I             :   Tidak,  Pak Ketua.

Hakim Ketua                    :    Hakim Anggota II, apakah ada pertanyaan?

Hakim Anggota II           :    Terimakasih Pak Ketua, Saudara saksi, apakah saat melakukan penangkapan terdakwa hanya seorang diri di lokasi ?

Saksi Korban                   :   Ya, pada saat itu terdakwa seorang diri sedang beristirahat.

Hakim Anggota II           :   Baik Cukup Yang Mulia.

Hakim Ketua                    :    Kepada Jaksa penuntut umum, apakah ada yang ingin di tanyakan lagi kepada Saksi?

JPU                                   :    Tidak ada Pak Hakim

Hakim Ketua                    :    Baik Saudara saksi, apakah saudara saksi akan menambahkan keterangan yang saudara ketahui lagi?

Saksi II                             :    Baik, untuk sementara cukup Pak Hakim keterangan dari saya.

Hakim Ketua                    :    Saudara terdakwa, bagaimana dengan keterangan dari saudara saksi?

Terdakwa                         :    Benar Pak Hakim

Hakim Ketua                    :    Baik keterangan dari saksi dianggap cukup, dan kami ucapkan terima kasih, dan apabila kami membutuhkan keterangan dari saksi lagi, kami berharap saudara saksi tidak berkeberatan untuk hadir kembali di persidangan ini, silahkan saudara saksi dapat menuju tempat yang telah disediakan dan jangan bercakap-cakap dengan saksi atau ahli lainnya.

Hakim Ketua                    :    Saudara JPU silahkan dihadirkan Saksi ke III ke ruang persidangan!

JPU                                   :    Baik Yang Mulia. Petugas Mohon hadirkan Saksi III atas nama Meri Kristiani ke persidangan!

Petugas Sidang                :    Saksi atas nama Meri Kristiani di persilahkan memasuki Ruang Sidang

Hakim Ketua                    :    Saudara saksi, apakah saudara sehat jasmani dan rohani dan siap untuk memberikan keterangan dalam persidangan pada hari ini?

Saksi III                           :    Ya, saya sehat jasmani dan rohani, dan siap memberikan keterangan dalam persidangan ini Pak Hakim.

Hakim Ketua                    :    Baiklah, bisa lihat kartu identitas saudara berupa (KTP)?

Saksi III                           :    (maju dan memberikan kartu identitasnya ke Pak Hakim)

Hakim Ketua                    :    Baiklah, saudara saksi  pertama-tama saya akan menanyakan identitas diri saudara dan saya minta saudara menjawabnya dengan jelas.

                                                   Nama                                    : Ketut Meri Cristiani

                                                   Tempat tanggal lahir            : Denpasar / 25 Desember 1990

Jenis Kelamin                       : Perempuan

Umur                                    : 27 Tahun

Agama                                  : Hindu

Alamat                                  : Jln Pulau Moyo Perumahan   

                                                                                            Telkom No 3A Denpasar

Pekerjaan                              : Penyidik Polri

Kebangsaan                          : Indonesia

Hakim Ketua                    :    (Hakim Anggota menyerahkan KTP kepada Panitera pengganti)

Hakim Ketua                    :    Baiklah sebelum saudara memberikan keterangan di persidangan ini menurut UU, saudara harus bersumpah atau berjanji, untuk itu saudara bersedia disumpah atau berjanji?

Saksi III                           :    Saya besumpah Bapak Hakim

Hakim Ketua                   :    Kepada petugas Rohaniawan dipersilahkan untuk mengambil tempat

Hakim Ang. I                   :    (Silahkan Berdiri) Saudara ikut kata-kata saya, saya bersumpah bahwa saya sebagai saksi dalam perkara ini, akan memberikan keterangan yang benar dan tidak lain dari yang sebenarnya (silahkan duduk, kepada Rohaniawan silahkan kembali ketempat)

Hakim Ketua                    :    Saudara Saksi telah berjanji menurut agama yang saudara anut, untuk itu kami berharap saudara dapat memberikan keterangan yang benar, karena apabila terbukti saudara memberikan keterangan palsu, maka saudara dapat diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 7 tahun sebagaimana diatur dalam pasal 242 KUHP, apakah saudara saksi mengerti?

Saksi III                           :    Saya mengerti Bapak Hakim

Hakim Ketua                    :    Apakah Saudara mengenal Terdakwa

Saksi III                           :    Ya, Pak Hakim saya mengenal Terdakwa.

Hakim Ketua                    :   Saudara saksi, mengertikah saudara mengapa dimintai keterangan sebagai saksi dipersidangan ini ?

Saksi III                           :   Ya, saya mengerti pak Hakim , sehubungan dengan telah terjadinya tindak  pidana pencurian dan penyidikan yang saya lakukan terhadap terdakwa.

Hakim Ketua                    :    Baik. Silahkan Jaksa Penuntut umum untuk mengajukan pertanyaan.

JPU                                   :    Baik Terimakasih Yang Mulia,

                                               baik saudara saksi, apakah benar saudara yang melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa?

Saksi III                           :    benar Bu, saya yang melakukan pemeriksaan.

JPU                                   :    apakah dalam proses pemeriksaan anda melakukan penekanan dan paksaan?

Saksi III                           :    tidak Bu, kami tidak ada mlakukan penekanan dan pemaksaan dalam pemeriksaan, kami melakukan pemeriksaan sesuai dengan SOP yang berlaku.

JPU                                   :    Pak Hakim pertanyaan dari kami cukup.

Hakim ketua                    :    (Baik saudara Jaksa Penuntut Umum) selanjutnya Penasehat Hukum Terdakwa apakah ada yang perlu dipertanyakan ?

  1. Terdakwa :    Iya ada Majelis Hakim yang terhormat.

Hakim ketua                    :    Silahkan Penasehat Hukum Terdakwa.

  1. Terdakwa :    Baik saudara saksi, kapan anda melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa?

Saksi III                           :    Ya Pak, Saya yang melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa pada hari kamis tanggal 6 juli 2017.

  1. PH. Terdakwa :    Apakah saat melakukan pemeriksaan terdakwa sudah memberikan keterangan yang sebenarnya dan tidak melakukan intervensi?

Saksi III                           :    Iya Pak, saudara terdakwa sudah memberikan keterangan dengan benar dan tanpa intervensi.

  1. PH. Terdakwa :    Apakah saat melakukan penyidikan terdakwa telah mengakui perbuatannya?

Saksi III                           :    Iya Pak, Dalam BAP sudah tercantum bahwa terdakwa telah mengakui perbuatannya.

  1. Terdakwa             :   Baik Majelis Hakim, pertanyaan dari kami cukup.

Hakim Ketua                    :    Baik, saudara Hakim Anggota I, apakah ada yang perlu ditanyakan kepada Saudara Saksi?

Hakim Anggota I             :   Tidak Pak Ketua.

Hakim Ketua                    :    Saudara Hakim Anggota II apakah ada yang perlu dipertanyakan kepada Saksi?

Hakim Anggota II           :   Tidak Pak Ketua.

Hakim ketua                    :    Kepada JPU apakah masih ada yang ingin di tanyaka kepada Saksi?

JPU                                   :    Tidak ada lagi Majelis Hakim.

Hakim Ketua                    :   Saudara saksi, apakah saudara saksi ingin menambahkan keterangan saudara lagi ?

Saksi III                           :    Cukup pak Hakim

Hakim Ketua                    :    Saudara terdakwa, bagaimana dengan keterangan dari saudara saksi?

Terdakwa                         :    Ya, benar Pak Hakim.

Hakim Ketua                    :    Baik keterangan dari saksi dianggap cukup, dan kami ucapkan terima kasih, dan apabila kami membutuhkan keterangan dari saksi lagi, kami berharap saudara saksi tidak berkeberatan untuk hadir kembali di persidangan ini, silahkan saudara saksi dapat menuju tempat yang telah disediakan dan jangan bercakap-cakap dengan saksi atau ahli lainnya.

Hakim Ketua                    :    Saudara JPU apakah masih ada saksi yang ingin diajukan di persidangan ini lagi ?

JPU                                   :    Tidak ada, Pak Hakim.

Hakim Ketua                    :    Selanjutnya kepada PH.Terdakwa apakah ada saksi yang di hadirkan untuk meringankan terdakwa?

PH.Terdakwa                   :    Iya kami akan menghadirkan 2 orang saksi pak hakim.

Hakim Ketua                    :    Apakah saksi sudah siap?

PH.Terdakwa                   :    Sudah Yang Mulia

Hakim Ketua                    :    Baik silahkan hadirkan saksi pertama kedalam ruang persidangan.

PH.Terdakwa                   :    Baik, Yang Mulia Mohon ijin untuk menghadirkan saksi atas nama Stefani Muliati ke dalam ruang persidangan.

Hakim Ketua                    :    Petugas Silahkan hadirkan saksi atas nama Stefani Muliati ke dalam ruang persidangan.

Hakim Ketua                    :    Saudara saksi, apakah saudara sehat jasmani dan rohani dan siap untuk memberikan keterangan dalam persidangan pada hari ini?

Saksi I (PH)                      :    Ya, saya sehat jasmani dan rohani, dan siap memberikan keterangan dalam persidangan ini Pak Hakim.

Hakim Ketua                    :    Baiklah, bisa lihat kartu identitas saudara berupa (KTP)?

Saksi I (PH)                      :    (maju dan memberikan kartu identitasnya ke Pak Hakim)

Hakim Ketua                    :    Baiklah, saudara saksi  pertama-tama saya akan menanyakan identitas diri saudara dan saya minta saudara menjawabnya dengan jelas.

                                                   Nama                                    : Stefani Muliati

                                                   Tempat tanggal lahir            : Ruteng/20 September 1995

Jenis Kelamin                       : Perempuan

Umur                                    : 22 Tahun

Agama                                  : Katolik

Alamat                                  : Jln Kenyeri 16 Denpasar

Pekerjaan                              : Pedagang

Kebangsaan                          : Indonesia

Hakim Ketua                    :    (Hakim Anggota menyerahkan KTP kepada Panitera pengganti)

Hakim Ketua                    :    Baiklah sebelum saudara memberikan keterangan di persidangan ini menurut UU, saudara harus bersumpah atau berjanji, untuk itu saudara bersedia disumpah atau berjanji?

Saksi I (PH)                      :    Saya besumpah Bapak Hakim

Hakim Ketua                    :    Kepada petugas Rohaniawan dipersilahkan untuk mengambil tempat

Hakim Ang. I                   :    (Silahkan Berdiri) Saudara ikut kata-kata saya, saya bersumpah bahwa saya sebagai saksi dalam perkara ini, akan memberikan keterangan yang benar dan tidak lain dari yang sebenarnya (silahkan duduk, kepada Rohaniawan silahkan kembali ketempat)

Hakim Ketua                    :    Saudara Saksi telah berjanji menurut agama yang saudara anut, untuk itu kami berharap saudara dapat memberikan keterangan yang benar, karena apabila terbukti saudara memberikan keterangan palsu, maka saudara dapat diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 7 tahun sebagaimana diatur dalam pasal 242 KUHP, apakah saudara saksi mengerti?

Saksi I (PH)                      :    Saya mengerti Bapak Hakim

Hakim Ketua                    :    Apakah Saudara mengenal Terdakwa

Saksi I (PH)                      :    Ya, Pak Hakim saya mengenal Terdakwa.

Hakim Ketua                    :    Apakah Saudara memiliki hubungan darah dengan terdakwa?

Saksi I (PH)                      :   Tidak Pak, saya hanya sebagai pedagang di komplek perumahan kenyeri gang X yang kebetulan berdekatan dengan rumah terdakwa.

 

Hakim Ketua                    :    Baik. Silahkan Penasihat Hukum untuk mengajukan pertanyaan.

  1. Terdakwa :    Terimakasih Yang Mulia. Saudara saksi seberapa dekat hubungan saudara dengan terdakwa?

Saksi I (PH)                      :   Hubungan saya dengan terdakwa hanya sebatas pedagang dan pelanggan, karena terdakwa sering berbelanja di warung saya.

  1. Terdakwa :    Kemudian apakah saudara mengetahui kegiatan sehari-hari terdakwa ?

Saksi I (PH)                      :   Untuk sehari-harinya saya tidak mengetahui secara pasti pak, namun yang saya ketahui terdakwa bekerja serabutan. Kadang ikut proyek pembangunan jalan, kadang jadi kuli bangunan.

  1. Terdakwa :    Apa yang saudara ketahui terkait dengan kondisi ekonomi terdakwa?

Saksi I (PH)                      :   ya namanya kerja serabutan pak, tidak terus pegang uang. Kalau di warung saya terdakwa sering ngutang, tapi terdakwa rajin untuk melunasi hutang-hutangnya di warung saya pak.

  1. Terdakwa :   Apakah saudara mengetahui terkait dengan pencurian yang dilakukan oleh terdakwa bersama temannya andy?

 

Saksi I (PH)                      :   ya pak, saya baru mengetahuinya, dan saya terkejut karena sepengetahuan saya Mba. Adhel ini rajin beribadah dan di kampung juga sangat baik orangnya dengan warga yang lainnya.

 

JPU                                    :   Saudara saksi, apakah saudara pernah melihat terdakwa dengan rekannya andy membawa onderdil sepeda motor di kediamannya?

Saksi I (PH)                      :   Tidak bu, saya tidak pernah melihatnya. Yang saya ketahui Mba adhel ini juga tidak terlalu sering bergaul dengan Andy.

JPU                                    :   Saudara saksi apakah terdakwa pernah melakukan tindakkan pencurian di Komplek/Kampung anda?

Saksi I (PH)                      :   Kalau sepengetahuan saya, di kampung tidak pernah ada masalah bu.

JPU                                    :   Cukup Yang Mulia.

 

Hakim Ketua                    :    Baik, saudara Hakim Anggota I, apakah ada yang perlu ditanyakan kepada Saudara Saksi?

Hakim Anggota I             :   Tidak Pak Ketua.

Hakim Ketua                    :    Saudara Hakim Anggota II apakah ada yang perlu dipertanyakan kepada Saksi?

Hakim Anggota II           :   Tidak Pak Ketua.

Hakim Ketua                    :   Saudara saksi, apakah saudara saksi ingin menambahkan keterangan lain ?

Saksi I (PH)                      :    Cukup pak Hakim

Hakim Ketua                    :    Baik keterangan dari saksi dianggap cukup, dan kami ucapkan terima kasih, dan apabila kami membutuhkan keterangan dari saksi lagi, kami berharap saudara saksi tidak berkeberatan untuk hadir kembali di persidangan ini, silahkan saudara saksi dapat menuju tempat yang telah disediakan dan jangan bercakap-cakap dengan saksi atau ahli lainnya.

Hakim Ketua                    :    Saudara Penasihat Hukum silahkan hadirkan saksi selanjutnya.

PH.Terdakwa                   :    Baik, Yang Mulia Mohon ijin untuk menghadirkan saksi atas nama Yustus Rudi Wantu ke dalam ruang persidangan.

Hakim Ketua                    :    Petugas Silahkan hadirkan saksi atas nama Yustus Rudi Wantu ke dalam ruang persidangan.

Hakim Ketua                    :    Saudara saksi, apakah saudara sehat jasmani dan rohani dan siap untuk memberikan keterangan dalam persidangan pada hari ini?

Saksi II (PH)                    :    Ya, saya sehat jasmani dan rohani, dan siap memberikan keterangan dalam persidangan ini Pak Hakim.

Hakim Ketua                    :    Baiklah, bisa lihat kartu identitas saudara berupa (KTP)?

Saksi II (PH)                    :    (maju dan memberikan kartu identitasnya ke Pak Hakim)

Hakim Ketua                    :    Baiklah, saudara saksi  pertama-tama saya akan menanyakan identitas diri saudara dan saya minta saudara menjawabnya dengan jelas.

                                                   Nama                                    : Rudi Wantu

                                                   Tempat tanggal lahir            : Labuan Bajo/20 Agustus 1989

Jenis Kelamin                       : Laki-Laki

Umur                                    : 28 Tahun

Agama                                  : Katolik

Alamat                                  : Jln Kenyeri 16 Gg. Kurma, 

                                                                                            Denpasar

Pekerjaan                              : Swasta

Kebangsaan                          : Indonesia

Hakim Ketua                    :    (Hakim Anggota menyerahkan KTP kepada Panitera pengganti)

Hakim Ketua                    :    Baiklah sebelum saudara memberikan keterangan di persidangan ini menurut UU, saudara harus bersumpah atau berjanji, untuk itu saudara bersedia disumpah atau berjanji?

Saksi II (PH)                    :    Saya besumpah Bapak Hakim

Hakim Ketua                    :    Kepada petugas Rohaniawan dipersilahkan untuk mengambil tempat

Hakim Ang. I                   :    (Silahkan Berdiri) Saudara ikut kata-kata saya, saya bersumpah bahwa saya sebagai saksi dalam perkara ini, akan memberikan keterangan yang benar dan tidak lain dari yang sebenarnya (silahkan duduk, kepada Rohaniawan silahkan kembali ketempat)

Hakim Ketua                    :    Saudara Saksi telah berjanji menurut agama yang saudara anut, untuk itu kami berharap saudara dapat memberikan keterangan yang benar, karena apabila terbukti saudara memberikan keterangan palsu, maka saudara dapat diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 7 tahun sebagaimana diatur dalam pasal 242 KUHP, apakah saudara saksi mengerti?

Saksi II (PH)                    :    Saya mengerti Bapak Hakim

Hakim Ketua                    :    Apakah Saudara mengenal Terdakwa

Saksi II (PH)                    :    Ya, Pak Hakim saya mengenal Terdakwa.

Hakim Ketua                    :    Apakah Saudara memiliki hubungan darah dengan terdakwa?

Saksi II (PH)                    :   Tidak Pak, saya hanya sebagai tetangga terdakwa pak.

 

  1. Terdakwa :    Saudara saksi apakah saudara mengetahui aktifitas seharai-hari terdakwa?

Saksi II (PH)                    :   Yang saya ketahui bahwa Mba. Adhel ini tidak memiliki pekerjaan tetap, dan kadang ikut sebagai buruh proyek pak, dan Mba. Adhel Pekerja keras pak, soalnya saya lihat kalau misalnya habis pulang dari proyek dia langsung mencari pekerjaan tambahan seperti mencuci pakaian pak.

  1. Terdakwa :    Selama di kediamannya apakah terdakwa pernah menunjukkan hal-hal mencurigakan?

Saksi II (PH)                    :   Tidak pak, terdakwa ini orangnya terbuka dan ramah kepada orang lain.

  1. Terdakwa :   Lantas apakah saudara mengetahui terkait dengan onderdil sepeda motor yang berada di rumah terdakwa?

Saksi II (PH)                    :   Iya pak saya mengetahui dan saya sempat menanyakannya. Mba adhel bilang bahwa barang-barang tersebut milik Andy.

 

 

JPU                                    :   Saudara saksi, apakah saudara pernah melihat terdakwa keluar bersamasama dengan rekannya andy?

 

Saksi II (PH)                    :   Pernah sekali buk, tapi yang saya lihat pak andy yang main ke rumahnya terdakwa, saya tidak melihat mereka keluar rumah.

JPU                                    :   Apakah terdakwa pernah melakukan tidakkan yang tidak menyenangkan terhadap saudara?

Saksi II (PH)                    :   Tidak pernah sama sekali buk, sesuai yang saya katakan tadi, Mba adhel ini ramah sekali orangnya.

JPU                                    :   Cukup Yang Mulia.

Hakim Ketua                    :    Baik, saudara Hakim Anggota I, apakah ada yang perlu ditanyakan kepada Saudara Saksi?

Hakim Anggota I             :   Tidak Pak Ketua.

Hakim Ketua                    :    Saudara Hakim Anggota II apakah ada yang perlu dipertanyakan kepada Saksi?

Hakim Anggota II           :   Tidak Pak Ketua.

Hakim Ketua                    :   Saudara saksi, apakah saudara saksi ingin menambahkan keterangan lain ?

Saksi II (PH)                    :    Cukup pak Hakim

Hakim Ketua                    :    Baik keterangan dari saksi dianggap cukup, dan kami ucapkan terima kasih, dan apabila kami membutuhkan keterangan dari saksi lagi, kami berharap saudara saksi tidak berkeberatan untuk hadir kembali di persidangan ini, silahkan saudara saksi dapat menuju tempat yang telah disediakan dan jangan bercakap-cakap dengan saksi atau ahli lainnya.

Hakim Ketua                    :    Saudara Penasihat Hukum apakah ada saksi lain yang akan dihadirkan lagi ke dalam ruang persidangan ?

PH.Terdakwa                   :    Cukup Yang Mulia.

Hakim Ketua                    :    (BEREMBUK dengan Hakim Ang. I dan Hakim Ang. 2) Dengan demikian, sidang hari ini kami tunda selama 1 (satu) minggu, dan dilanjutkan pada hari Rabu tanggal 6 Desember 2017, jam 09.00 WITA dengan Agenda Acara pemeriksaan Terdakwa. Kepada JPU agar dapat menghadirkan kembali Terdakwa dan barang Bukti pada persidangan yang akan datang. Maka dengan demikian Sidang hari ini dinyatakan ditunda dan ditutup (ketuk palu 3 kali).

 

 

 

 

SIDANG III Rabu, 6 Desember  2017 (Pemeriksaan Keterangan Terdakawa)

 

Hakim Ketua                    :    Sidang Lanjutan Perkara Pidana PN Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara pidana Nomor 1777Pid.B/2017/PN DPS, atas nama Terdakwa ADELVY RESI SETIA dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum, (Ketuk palu 3 kali).

Hakim Ketua                    :    Sesuai Berita Acara sidang yang lalu, maka sidang hari ini adalah pemeriksaan Terdakwa, kepada terdakwa dipersilahkan mengambil tempat kembali didepan.

Hakim Ketua                    :    (Baik kepada Saudara terdakwa silahkan kembali mengambil tempat duduk saudara di depan) Baik, Saudara Terdakwa, apakah saudara sehat jasmani dan rohani dan   siap untuk memberikan keterangan dalam persidangan pada hari ini?

Terdakwa                         :    Ya, saya sehat jasmani dan rohani, dan siap memberikan keterangan dalam persidangan ini Pak Hakim.

Hakim Ketua                    :    Baiklah sebagaimana identitas saudara sudah jelas di dalam BAP. Maka kita lanjutkan saja persidangan ini.

Hakim Ketua                   :    Saudara Terdakwa, apakah saudara kenal dengan korban ?

Terdakwa                         :    Kenal pak Hakim,

Hakim Ketua                    :    Saudara terdakwa, apa benar barang ini adalah bagian dari barang yang saudara curi? (sambil menunjukkan barang bukti kepada terdakwa)

Berupa :

1 Buah Plat BK 5541 AEM

Terdakwa                              :    Ya, benar pak Hakim (sambil menganggukan kepala)

Hakim Ketua                        :    Baik. kepada Jaksa Penuntut Umum, apakah ada yang ingin ditanyakan ?

JPU                                        :    (Ada Pak Hakim), Saudara Terdakwa, apakah benar saudara yang melakukan pencurian?

Terdakwa                              :    Iya Bu.

JPU                                        :    Baik, saudara terdakwa apakah sebelumnya saudara merencanakan pencurian tersebut?

Terdakwa                              :    Sebelumnya saya tidak berencana untuk melakukan pencurian tersebut, tetapi karena saya melihat kondisi rumah yang sepi, saya langsung berniat untuk melakukan pencurian.

JPU                                        :    Apakah saudara sebelumnya pernah melakukan pencurian sepeda motor ?

Terdakwa                              :    Pernah Bu, beberapa kali saya lupa.

JPU                                        :    Saudara terdakwa, coba saudara jelaskan apakah ada orang lain yang ikut membantu saudara dalam melakukan pencurian tersebut?

Terdakwa                              :    Ada bu bersama rekan saya bernama andy yang sekarang masih DPO.

JPU                                        :    Saudara coba jelaskan kronologis saat saudara melakukan pencurian tersebut.

Terdakwa                              :    Sebenarnya pada tengah malam sekitar jam 12an saya diajak keluar oleh teman saya Andy tanpa tujuan hanya sekedar cari angin. Nah, lewat di depan rumah korban saya melihat kondisi rumah yang sepi dan agak gelap, sehingga menimbulkan pikiran untuk mengambil sepeda motor yang ada di dalam rumah, kemudian teman saya masuk dengan merusak gembok pagar rumah terlebih dahulu, lalu mengeluarkan sepeda motor scoopy dan setelah di luar pagar rumah membobolnya dengan menggunakan obeng agar bisa dikendarai.

JPU                                        :    Kemudian saudara apakan motor milik korban?

Terdakwa                              :    Motornya telah dijual oleh teman saya andy dengan harga 2 juta rupiah.

JPU                                        :    Baik, Pak Hakim pertanyakan dari kami cukup.

Hakim Ketua                        :    Apakah saudara Penasehat Hukum, apakah ada pertanyaan yang ingin diajukan untuk Terdakwa ?

PH Terdakwa                       :    (Ada Pak Hakim) terima kasih. Saudara Terdakwa saat anda dimintai keterangan apakah anda sudah meberikan atau mengatakan semua keterangan dengan sejujur-jujurnya?

Terdakwa                              :    Iya Pak. Saya sudah mengatakan semua dengan jujur dan terbuka.

PH Terdakwa                       :    Saudara terdakwa, apa saat anda memberi keterangan anda sudah mengakui semua perbuatan anda?

Terdakwa                              :    Iya Pak, saya sudah mengakui melakukan pencurian itu dan menceritakan semua kronologinya kepada petugas.

PH Terdakwa                       :    Berarti saat saudara melakukan pencurian itu, benar rekan anda yang mengajak terebih dahulu dan rekan anda yang masuk dan mengambil sepeda motor dan anda hanya menunggu diluar pagar?

Terdakwa                              :    Iya Pak benar, rekan saya mengajak keluar dan saya disuruh menunggu didepan sedangkan rekan saya yang masuk untuk mengambil sepeda motor tersebut.

PH Terdakwa                       :    Saudara terdakwa apakah saudara mengetahui akibat hukum dari tindakan saudara?

Terdakwa                              :    Iya, pak saya mengetahui.

PH Terdakwa                       :    Apakah saudara Terdakwa menyesal setelah melakukan pencurian itu?

Terdakwa                              :    Iya Pak, saya sangat menyesal.

PH Terdakwa                       :    Baik, Bapak Majelis Hakim pertanyaan dari kami cukup.

 

Hakim Ketua                        :    Baik Hakim Anggota I silahkan mengajukan pertanyaan.

Hakim Anggota I                  :    Terimakasih Pak Ketua, Saudara terdakwa bagaimana situasi rumah korban saat saudara pergi membawa sepeda motor milik korban?

Terdakwa                              :   Saat itu masih belum ada tanda-tanda bahwa ada orang yang terganggu atau terbangun dengan tindak pencurian yang saya lakukan.

Hakim Anggota I                  :   Baik Cukup Pak Ketua.

 

Hakim Ketua                        :    Silahkan Hakim Anggota II masih ada yang perlu ditanyakan.

Hakim Anggota II                :    Terimakasih Pak Ketua, Saudara terdakwa tadi anda mengatakan bahwa sepeda motor milik korban telah dijual dengan harga 2 juta rupiah, lantas saudara mendapatkan berapa rupiah bagian dari penjualan tersebut?

Terdakwa                              :   Saya mendapat 500rb dari teman saya Andy pak hakim.

Hakim Anggota II                :   Baik Cukup Pak Ketua.

Hakim Ketua                        :    Kepada JPU apakah ada yang ingin di tanyakan lagi kepada Terdakwa?

JPU                                        :   Tidak ada lagi Pak Hakim

Hakim Ketua                        :    Baiklah jika tidak ada pertanyaan lagi, kepada saudara Penuntut Umum, apakah sudah siap untuk membacakan tuntutannya pada sidang hari ini?

JPU                                        :   Kami belum mempersiapakan tuntutannya, maka kami mohon ke Majelis Hakim yang terhormat agar menunda sidang ini 1 minggu ke depan, agar kami dapat mempersiapkan tuntutan kami Majelis Hakim.

Hakim Ketua                        :    Baik apakah Penasehat Hukum terdakwa setuju sidang di tunda 1 minggu ke depan?

PH Terdakwa                       :    Iya Pak Hakim, kami setuju sidang ditunda 1 minggu ke depan.

Hakim Ketua                        :    (Berembuk dengan Hakim Anggota), baiklah Sidang hari ini Rabu tanggal 6 Desember 2017, kami rasa cukup dan kami tunda selama 1 (satu) minggu kedepan, yaitu pada hari Rabu tanggal 13 Desember 2017 dengan Agenda Pembacaan Tuntutan Penuntut Umum, untuk itu kami beritahu kepada saudara Penuntut Umum agar menyiapkan tuntutannya, serta menghadirkan Terdakwa pada persidangan yang akan datang dan kepada Penasehat Hukum agar hadir kembali pada persidangan yang akan datang tanpa dipanggil kembali. Dengan demikian, sidang pada hari ini kami nyatakan ditunda dan ditutup (ketuk palu 3 kali).

 

 

 

Sidang IV Rabu, 13 Desember 2017 (Pembacaan Tuntutan)

 

Hakim Ketua                    :    Sidang Lanjutan Perkara Pidana PN Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara pidana Nomor 1777Pid.B/2017/PN DPS, atas nama Terdakwa ADELVY RESI SETIA dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum, (Ketuk palu 3 kali).

Hakim Ketua                    :    Sesuai Berita Acara sidang yang lalu, maka sidang hari ini adalah pembacaan tuntutan. Apakah Saudara Jaksa Penuntut Umum sudah siap membacakan tuntutannya?

JPU                                   :    Tuntutannya sudah siap, Pak Hakim.

Hakim Ketua                    :    Saudara Terdakwa agar dapat mengambil tempat duduk kembali  di depan. Silahkan Jaksa Penuntut Umum untuk membacakannya (membacakan tuntutan pidana sebagaiman terlampir)

JPU                                   :    (membacakan sambil berdiri)

Hakim Ketua                    :    Demikianlah tuntutan pidana yang telah dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum, kepada Terdakwa, apakah saudara akan mengajukan pembelaan atas tuntutan pidana tersebut?

Terdakwa                         :    Saya serahkan sepenuhnya kepada PH saya Pak Hakim

Hakim Ketua                    :    Bagaimana Penasehat Hukum Terdakwa apakah akan mengajukan pembelaan atasa tuntutan tersebut?

  1. Terdakwa :    Kami akan mengajukan pembelaan, dan kami mohon Majelis Hakim memberikan waktu untuk mempersiapkan pembelaan

Hakim Ketua                    :    Bagaimana Jaksa Penuntut Umum, apakah saudara bersedia Sidang ini di tunda?

JPU                                   :    Iya Majelis Hakim, kami setuju sidang ini ditunda.

Hakim Ketua                    :    (BEREMBUK), baiklah sidang hari ini ditunda dan dilanjutkan pada hari Rabu Tanggal 20 Desember 2017 Jam 09.00 WITA dengan agenda acara pembacaan pembelaan dari Terdakwa atau Penasehat Hukum kepada Jaksa Penuntut Umum, kami perintahkan untuk menghadirkan kembali Terdakwa dan kepada Terdakwa atau Penasehat Hukum agar mempersiapkan pembelannya pada hari sidang yang sudah ditetapkan, sidang hari ini dinyatakan ditunda dan ditutup (ketuk palu 3 kali)

 

 

SIDANG V, Rabu 20 Desember 2017 (Pembacaan Pembelaan / Pledoi Terdakwa)

 

Hakim Ketua                    :    Sidang Lanjutan Perkara Pidana PN Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara pidana Nomor 1777Pid.B/2017/PN DPS, atas nama Terdakwa ADELVY RESI SETIA dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum, (Ketuk palu 3 kali).

Hakim Ketua                    :    Sesuai dengan berita acara sidang minggu lalu, maka agenda sidang hari ini adalah mendengar pembelaan dari terdakwa atau Penasehat Hukum kepada saudara Terdakwa atau Penasehat Hukum apakah saudara sudah siap untuk membacakan pembelaan atau pledoinya?

Terdakwa                         :    Sudah siap Pak Hakim.

  1. Terdakwa         :    (Iya, Kami sudah siapkan Pak Hakim)

Hakim Ketua                    :    Silahkan dibacakan (Penasehat Hukum membacakan pembelaan sebagaimana terlampir).

PH Terdakwa                   :    (Membacakan sambil berdiri)

Hakim Ketua                    :    Baiklah demikian pembelaan dari PH. Terdakwa,  Kepada JPU apakah akan mengajukan Replik atas pembelaan dari PH.Terdakwa?

JPU                                   :    Baik terima kasih majelis hakim, Kami tidak mengajukan Replik dan kami tetap pada tuntutan kami Majelis Hakim.

Hakim Ketua                    :    baik karena JPU tidak mengajukan Replik dengan demikian PH.Terdakwa tidak mengajukan Duplik

Hakim Ketua                    :  Baiklah Sidang hari ini dinyatakan cukup dan selanjutnya memberikan kesempatan Majelis Hakim bermusyawarah mengambil keputusan, dan sidang ini ditunda dua minggu kedepan dengan pada hari Rabu, 27 Desember 2017 dengan agenda pembacaan putusan. Kepada Jaksa Penunut Umum, Penasehat Hukum, dan Terdakwa diharapkan hadir dalam persidangan tanpa dipanggil kembali, maka dengan demikian sidang hari ini dinyatakan ditunda dan ditutup (ketuk palu 3 kali).

 

 

Sidang VI Rabu, 27 Desember 2017 (Pembacaan Putusan)

 

Hakim Ketua                    :    Sidang Lanjutan Perkara Pidana PN Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara pidana Nomor 1777Pid.B/2017/FH.Unmas, atas nama Terdakwa ADELVY RESI SETIA dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum, (Ketuk palu 3 kali).

Hakim Ketua                    :    Sesuai dengan berita acara sidang yang lalu maka sidang hari ini adalah pembacaan putusan Majelis Hakim.

Hakim Ketua                    :    Saudara Terdakwa, diberitahukan bahwa acara persidangan pada hari ini adalah pembacaan putusan pengadilan.

Hakim Ketua                    :    Apakah Saudara Terdakwa sudah siap mendengar putusan sidang hari ini?

Terdakwa                         :    Ya, sudah siap Pak Hakim.

(Ketua Majelis membacakan putusan sebagaimana terlampir, dan  apabila selesai membaca putusan Majelis Hakim mengetuk Palu 1 kali)

Hakim Ketua                   :    Baik demikian putusan Majelis Hakim, Diberitahukan bahwa apabila keberatan dengan keputusan ini, dapat mengajukan upaya Banding selambat-lambatnya 14 hari sejak putusan ini di bacakan.

Hakim Ketua                    :    Kepada Terdakwa apakah saudara mengerti dengan  putusan ini?

Terdakwa                         :    Saya mengerti pak hakim.

Hakim Ketua                   :    Saudara penasihat hukum siap dibantu ya apabila terdakwa akan mengajukan banding.

PH Terdakwa                   :    Baik pak hakim.

Hakim Ketua                    :    Baiklah, dengan demikian pemeriksaan perkara pidana Peradilan Semu FH Unmas dengan Nomor Reg : 1777Pid.B/2017/PN DPS, atas nama Terdakwa ADELVY RESI SETIA dinyatakan selesai dan sidang ini kami nyatakan di tutup (ketuk palu 3 kali)

 

 

Polisi yang Mempolisikan~

Tiga tugas pokok Polri adalah melaksanakan Perlindungan, Pengayoman, dan Pelayanan kepada Masyarakat…

Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam pelaksanaan tugasnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia sangat memerlukan partisipasi dan kerja sama dari masyarakat, baik dalam bidang Pre-emtif, Preventif, atau Represifsehingga apa yang disebut dengan situasi kondusif dapat dicapai…

Mempolisikan masyarakat adalah salah satu tugas Polri dalam melakukan penggalangan dan pendekatan kepada Stakeholder yang ada di masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat sendiri…

Targetnya yaitu tercapainya masyarakat yang mempolisikan dirinya sendiri untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban mulai dari lingkungan diri sendiri, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat sekitarnya…

Apabila kegiatan ini dapat tercapai secara keseluruhan dengan persentase 100%, maka tidak akan ada yang namanya kejahatan, tidak akan ada yang namanya pelanggaran….

Pada dasarnya setiap manusia terlahir dengan afirmasi positif yang ditamankan dari sejak mereka kecil…

lantas kenapa masih ada kejahatan dan pelanggaran?

Pelanggaran dan Kejahatan terjadi karena adanya niat dan kesempatan, nah apabila momentun antara niat dan kesempatan ini secara langsung bersinggungan pada satu titik maka terjadilah suatu kejahatan…

Momentum pertemuan antara niat dan kesempatan inilah yang memperkuat terjadinya kejahatan,,

Lantas bagaimana dengan mempolisikan masyarakat (Polmas)?

Apabila dikaitkan dengan mempolisikan masyarakat (Polmas), maka dapat disimpulkan bahwa upaya Polmas yang dilakukan belum mencapai 100%, karena apabila target Polmas telah tercapai di masyarakat maka tidak akan ada yang namanya pertemuan antara niat dan kesempatan, kesempatan akan direalisasikan dengan niat yang mendukungnya….

Nah, apabila ada kesempatan namun afirmasi yang ada pada individu tersebut sangat positif serta dapat mengurungkan niatnya melakukan kejahatan, maka tidak akan terjadi suatu kejahatan…..

Intinya kembali ke masing-masing individu, Polri hanya mengupayakan dari tahap Pre-emtif sampai Represif dengan media Regulasi yang ada….

Dengan demikian selalu lah berbuat baik, afirmasi diri positif, ingatlah setiap kejahatan pasti akan meninggalkan jejak…

 

 

 

Salam Hangat 

Dedek Buana