Asas Tanah Pertanian Harus Dikerjakan atau Diusahakan Secara Aktif oleh Pemiliknya Sendiri dan Mencegah Cara-Cara yang Berisfat Pemerasan [Hukum Agraria/UUPA]

Asas ini ditemukan dalam Pasal 10 ayat (1) UUPA, yaitu :

“Setiap orang dan badan hukum mempunyai sesuai hak atas tanah pertanian pada asasnya diwajibkan mengerjakan atau mengusahakan sendiri secara aktif, dengan mencegah cara-cara pemerasan.”

Prinisip ini menegaskan bahwa siapapun yang mempunyai hak atas tanah untuk kepentingan wajib mengerjakan atau mengusahakan sendiri tanah pertaniannya secara aktif dan dalam mengerjakan atau mengusahakan tanah pertanian tersebut harus dicegah cara-cara yang bersifat pemerasan.

Pelaksanaan asas tersebut, dewasa ini menjadi dasar hampir di seluruh dunia yang menyelenggarakan land reform atau agraria reform and rural development, yaitu tanah pertania harus dikerjakan atau diusahakan secara aktif oleh pemiliknya sendiri.

Untuk mewujudkan asas ini dilaksanakan ketentuan-ketentuan tentang batas maksimum atau minimum penguasa/pemilik tanah agar tidak terjadi penumpukan penguasaan/pemilikan tanah di satu tangan golongan mampu. Pemilikan dan pengusaan tanah yang melampaui batas tidak diperkenankan karena hal yang demikian itu merugikan kepentingan umum. Ketentuan tentang batas maksimum luas tanah yang bisa dimiliki seseorang dimaksudkan suapaya ia mendapat penghasilan yang cukup untuk hidup layak bagi diri sendiri dan keluarganya. Ketentuan batas maksimum dan minimum pemilikan tanah pertanian diatur dalam Pasal 17 UUPA.

Asas tanah pertanian harus dikerjakan atau diusahakan sendiri secara aktif, mengandung pengertian bahwa tanah pertanian tidak boleh diterlantarkan oleh pemiliknya. Yang dimaksud dengan tanah diterlantarkan adalah tanah yang tidak digunakan atau diusahakan sesuai dengan sifat, tujuan, dan keadaannya. Tanah yang diterlantarkan merupakan salah satu penyebab hapusnya hak atas tanah dan berakibat hak atas tanah kembali menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh negaara atau tanah negara.

 

 

 

 

Sumber :

Santoso, Urip, Dr. M.H. SH., Hukum Agraria, (Jakarta : Kencana, 2014).

UUPA No. 5 Tahun 1960.

One thought on “Asas Tanah Pertanian Harus Dikerjakan atau Diusahakan Secara Aktif oleh Pemiliknya Sendiri dan Mencegah Cara-Cara yang Berisfat Pemerasan [Hukum Agraria/UUPA]”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *