By | June 3, 2020


Siapa yang tidak kenal dengan istilah copy paste. Istilah ini mulai ramai dibicarakan dikalangan warganet. Begitu pula halnya dalam akademisi, kegiatan semacam plagiasi ini tentu sangat tidak diizinkan.

Google rupanya memiliki prinsip yang serupa. Google, tidak mendukung bahkan tidak mengizinkan pengguna blog untuk menerbitkan artikel hasil copy paste dari blog orang lain. Dengan kecanggihan mesin robot milik Google, kini dapat mendeteksi hasil artikel yang dipublikasikan dengan copy paste. Hal ini benar-benar tidak diinginkan oleh Google. Berbagai macam hukuman yang akan diberikan oleh Google, antara lain menurunkan artikel yang terdeteksi plagiasi, hingga pada menghapus blog yang melakukan copy paste tersebut.

Bolehkah copy paste artikel blog orang lain? Pertanyaan ini tentunya akan terjawab bila melihat dari deskripsi yang telah disajikan di atas. Namun, dirasa perlu untuk menjelaskan tentang copy paste yang dimaksudkan dalam hal ini.

Makna Copy Paste

Copy paste maksudnya disini adalah menyalin ulang seluruh kalimat yang telah diterbitkan oleh pemilik lainnya di google. Bila anda menuliskan artikel milik orang lain, lalu kemudian mempublikasikannya di Google melalui halaman blog anda, maka sesungguhnya itu akan terdeteksi sebagai plagiasi oleh mesin google dan ini merugikan kedua belah pihak.

Mengapa kedua belah pihak?

Informasi yang beredar belakangan ini mengatakan bahwa kedua belah pihak itu akan menjadi sasaran dan dikenai hukuman. Untuk lebih mendetail tentang informasi ini belum diketahui, tetapi berdasarkan deskripsi itu, dapat dipahami bahwa ini adalah sebuah langkah yang baik untuk mengatasi plagiasi.

Copy berarti menyalin. Maksudnya adalah menyalin tulisan milik orang lain yang berhak cipta. Di internet sendiri, secara umum persoalan hak cipta akan dikenai bila terdapat data informasi akan sebuah postingan. Begitu modernnya era ini, sehingga dengan begitu mudah untuk mempublikasikan hasil karya, baik itu dalam bentuk lagu, teks, video, dan lain sebagainya.

Paste sendiri berpengertian tempel. Tempel disini maksudnya adalah menempel hasil dari karya orang lain tanpa menyebutkan referensi yang ada. Ini merupakan sebuah kegiatan yang sangat tidak dianjurkan. Oleh sebab itu, menjauhi perilaku semacam ini adalah solusi utama. Paste disini identik dengan artikel dalam bentuk tulisan. Dikatakan demikian, karena paste biasanya diterapkan setelah melakukan copy terhadap suatu tulisan.

Untuk memaknai copy paste ini sendiri dirasa tidak terlalu sulit. Untuk itu, tidak perlu mendeskripsikannya terlalu panjang lebar disini. Sebagian kalangan mungkin akan lebih paham tentang hal ini.

Perlukah Melakukan Copy Paste?

Tentu tidak perlu. Mengapa? Karena tiap orang tentu berbeda dalam pengucapannya, walau mengandung topik yang sama. Ini yang dinamakan informasi. Bila mengambil referensi yang valid, tentu dibolehkan, terlebih lagi bila mengasumsikannya menurut beberapa referensi, tentu hal ini merupakan perilaku kreatif yang diharapkan.

Terkait perlu atau tidaknya tindakan copy paste, mungkin memandang pribadi dari pelaku itu sendiri. Tindakan semacam copy paste ini menjadi tidak berarti bilamana diperuntukkan semacam kalangan sendiri. Misalnya, anda melakukan copy paste artikel blog orang lain, dalam suatu catatan yang anda punya, namun tidak melakukan publikasi terhadapnya, dan hanya sebatas bahan bacaan anda pribadi semata. Tentu, kegiatan ini bukan berarti sebuah masalah besar selagi anda tidak mempublikasikannya dan tidak mengatakan bahwa “itu hasil karya saya”.

Sebaliknya, kegiatan copy paste ini akan berdampak buruk bila anda melakukan publikasi hasil plagiasi ini. Tentu, hukuman akannya harus anda terima. Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa anda terdeteksi sebagai plagiasi ketika anda mempublikasikan sesuatu tanpa mengikutsertakan referensi yang valid dari hasil publikasi anda tersebut. Hal ini yang tentunya sangat dianjurkan untuk dihindari.

Jadi, pada akhirnya akan terjawab bahwa tidak perlu melakukan publikasi. Karena, pada dasarnya tiap-tiap orang akan dihadapkan dengan model dan gaya penjelasan yang berbeda pada tiap-tiap orangnya. Kekhasan pada diri sendiri itu perlu diciptakan dan diperkenalkan dengan orang lain. Oleh sebab itu, tidak perlu untuk melakukan copy paste.

Pada sebuah artikel atau publikasi di internet, ada sedikit yang berbeda. Bila anda menuliskan semacam karya ilmiah, mengambil referensi dan mencantumkan referensinya, maka anda akan lebih aman. Namun berbeda dengan google atau internet. Bila anda menuliskan sesuatu yang serupa atau katakanlah hasil copy paste, walaupun anda menyebutkan referensinya, tetap saja anda terdeteksi sebagai plagiasi. Oleh sebab itu, kelihaian dalam merangkai kata-kata adalah solusi yang tepat untuk dikuasai. Karena, hal ini yang akan menjadi pembeda pada setiap artikel yang akan dipublikasikan.

Hukuman Copy Paste

Google dengan Blogger-nya sangat tidak menganjurkan untuk tindakan copy paste ini. Dalam pelaksanaannya, google juga memberikan hukuman atau tindakan peringatan bagi pelanggar setiap ketentuan dan kebijakannya.

Informasi yang beredar, mengatakan bahwa dengan melakukan copy paste, maka akan mendapatkan hukuman dari google berupa penurunan rangking di mesin pencarian seperti Google. Ini tentu merugikan sekali bagi seorang blogger atau penulis artikel. Artikel original sangat dipandang baik oleh Google.

Hal lain yang akan diterima adalah penghapusan blog miliki pelaku plagiasi (Copy paste). Ini merupakan hukuman yang sangat berat diterima bagi pelaku copy paste. Blog itu akan dihapus. Sebelum terlalu jauh kesana, memang pada dasarnya yang paling sering ditemui adalah penurunan rangking dalam pencarian google. Namun tetap saja, penghapusan blog merupakan bagian dari peraturan Google dan google sendiri selama ini ternilai konsisten dalam menjalankan segala peraturan yang dibuatnya.

Related:

  1. Belajar Blogger Pemula
  2. Belajar SEO Blogger Pemula

Perilaku copy paste adalah perilaku yang sepantasnya untuk tidak dicontoh. Selain merugikan diri atau blog sendiri, dapat juga merugikan blog orang lain, terlebih pada pemilik artikel asli itu sendiri. Dengan keadaan ini, sebaiknya lindungi konten atau artikel blog dengan menerapkan berbagai cara seperti larangan klik kanan pada blog, kemudian larangan copy paste pada blog, dan lain sebagainya. Hal ini cukup banyak ditemui di blog-blog yang ada di internet. Oleh sebab itu, copy paste harus segera diatasi dan terapkan berbagai cara dan trik agar karya tetap terlindungi dari pelaku copy paste (plagiasi).

Nah, itu dia alasan kenapa kamu seharusnya tidak melakukan copy paste untuk membuat suatu artikel pada Blog, Semoga Bermanfaat 😉

Kind Regards, 

Dedek Buana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *