By | November 23, 2017

Boedi Harsono menyatakan bahwa ada dua cara perolehan hak milik atas tanah, yaitu :

A. ORIGINAIR

Cara memperoleh hak milik yang semua berasal dari tanah negara atau pihak lain.

B. DERIVATIF

Suatu subjek memperoleh tanah dari subjek lain yang semula sudah berstatus hak milik, misalnya jual beli, tukar-menukar, hibah, pemberian dengan wasiat atau warisan. Dengan terjadinya peristiwa-peristiwa hukum tersebut, maka hak milik yang sudah ada beralih dari subjek yang satu kepada subjek yang lain.

Dalam ruang lingkup yang lebih luas dari yang dikemukakan oleh Boedi Harsono, cara perolehan hak atas tanah dapat dijelaskan sebagai berikut:

Originair

Cara perolehan hak atas tanah secara Originair adalah hak atas tanah diperoleh untuk pertama kali (asli). Hak atas tanah ini dapat diperoleh atas tanah yang berasal dari tanah negara atau tanah pihak lain. Hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan, hak pakai, hak pengelolaan dapat terjadi atas tanah yang berasal dari tanah negara. Hak atas tanah yang berasal dari pihak lain, yaitu hak guna bangunan, hak pakai, atau hak milik dapat terjadi atas tanah yang berasal dari tanah hak pengelolaan, atau hak guna bangunan atau hak pakai dapat terjadi atas tanah yang berasal dari hak milik.

Derivatif

Cara perolehan hak atas tanah secara derivatif, adalah hak atas tanah yang diperoleh secara turunan, yaitu hak atas tanah dapat diperoleh melalui peristiwa hukum atau perbuatan hukum. Seseorang dapat memperoleh hak atas tanah melalui peristiwa hukum, yaitu seseorang memperoleh hak atas tanah melalui warisan dari orang tuanya yang meninggal dunia. Seseorang dapat memperoleh hak atas tanah melalui perbuatan hukum, yaitu seseorang memperoleh hak atas tanah melalui jual beli, tukar menukar, hibah, atau lelang.

Sumber :

Santoso, Urip, Dr. M.H. SH., Hukum Agraria, (Jakarta : Kencan, 2014)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *