POLMAS (PERPOLISIAN MASYARAKAT)

Perkembangan lingkungan strategis di tingkat global yang ditandai oleh kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi telah melahirkan gelombang globalisasi yang mempengaruhi segala aspek kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Globalisasi berdampak terhadap meningkatnya tuntutan terhadap penegakan supremasi hukum (law enforcement) dan perlindungan hak asasi manusia (HAM), demokratisasi, desentralisasi serta akuntabilitas dan transparansi bagi penyelenggara negara. Globalisasi juga telah berdampak terhadap tingginya tingkat mobilitas manusia dan barang lintas negara atau wilayah dalam waktu yang singkat, sehingga mampu mengatasi kendala batasan geografis antar negara atau wilayah (borderless world).

Polri dalam melaksanakan proses reformasi untuk menjadi kepolisian sipil (civilian police), harus dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan kehidupan masyarakat dengan cara merubah paradigma yang menitikberatkan pada pendekatan reaktif dan konvensional menuju pendekatan yang proaktif dan mendapat dukungan publik dengan mengedepankan kemitraan dalam rangka pemecahan masalah-masalah sosial. Model penyelenggaraan fungsi kepolisian tersebut dikenal dengan berbagai nama seperti community policing, community based policing, neighbourhood policing dan akhirnya populer dengan sebutan community policing.

Konsep community policing pada hakekatnya bukan merupakan hal yang asing dan baru bagi Indonesia. Dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia, kebijakan sistem keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) swakarsa diangkat dari nilai-nilai sosial kultural masyarakat Indonesia yang lebih menjunjung nilai-nilai sosial dari pada individu merupakan juga nilai-nilai yang dikandung dalam konsep community policing. Atas pertimbangan-pertimbangan tersebut maka Polri memandang perlu untuk mengadopsi konsep community policing dan menyesuaikannya dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Indonesia serta dan diberi nama “Perpolisian Masyarakat” atau sering disebut “Polmas”. Selanjutnya Polmas dijadikan sebagai suatu kebijakan dan strategi dalam penyelenggaraan tugas Polri.

Seiring dengan tuntutan perubahan dan dinamika masyarakat yang terus bergerak dipengaruhi arus globalisai, maka problem dan tantangan yang harus dihadapi oleh instiutsi Polri semakin rumit dan kompleks, sehingga kebijakan dan strategi menerapkan “Polmas” harus didukung dengan ketersediaan sumber daya manusia Polri yang mumpuni dengan dilandasi pengetahuan, ketrampilan dan sikap perilaku yang terintegrasi sehingga kebijakan dan strategi dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas Polri.

Lembaga pendidikan Polri sebagai lembaga yang memiliki tugas, fungsi dan peranan dibidang pembinaan pendidikan dan pelatihan bertanggung jawab terhadap pembentukan kualitas sumber daya manusia Polri yang memiliki pengetahuan, ketrampilan dan sikap perilaku dalam mengaplikasikan dan mengimplementasikan kebijakan dan strategi “Polmas”, sehingga Lembaga Pendidikan Polri dituntut untuk melakukan berbagai upaya dalam menciptakan dan mempersiapkan sumber daya manusia Polri yang profesional, bermoral, dan modern yang memiliki kompetensi sesuai dengan tuntutan tugasmelalui pendidikan.

Untuk mendukung keberhasilan tugas dalam menciptakan dan mempersiapkan sumber daya tersebut maka ketersediaan modul Polmas akan sangat menentukan dalam proses  pendidikan, sehingga disusun modul Polmas ini dengan memberikan perhatian khusus kepada bagaimana Polmas sebagai kebijakan dan strategi Polri melalui pendidikan yang mengedepankan metode learning by doing dapat efektif dilaksanakan dan diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas Polri.

8 Larangan Sebagai Anggota Dalmas

Pelaksanaan pengendalian massa satuan dalmas harus dapat mengikuti prosedur yang ada agar tidak melakukan kesalahan. Ada beberapa larangan yang harus diperhatikan oleh satuan dalmas antara lain :

1. Bersikap arogan dan terpancing oleh perilaku massa

Seorang anggota satuan dalmas dilarang bersikap arogan dan terpancing oleh perilaku massa, apabila satuan dalmas bersifat arogan maka akan memancing kemarahan massa dan akibatnya situasi semakin tidak terkendali yang berakibat terjadinya massa anarkis.

2. Penggunaan kekuatan yang tidak sesuai dengan prosedur

Seorang anggota satuan dalmas dilarang menggunakan  kekuatan yang tidak sesuai dengan prosedur.

3. Membawa peralatan di luar peralatan dalmas

Seorang anggota satuan dalmas dilarang membawa peralatan lain di luar peralatan dalmas, sesuai dengan tugas dan kewenangananya serta sesuai alut dan alsus dari dinas, contoh : membawa pisau, membawa benda-banda tajam, handphone.

4. Membawa senjata tajam dan peluru tajam

Seorang anggota sat dalmas dilarang membawa senjata tajam dan peluru tajam karena disamping melanggar ketentuan juga dapat membahayakan orang lain dan dirinya sendiri.

5. Keluar dari ikatan satuan/formasi dan melakukan pengejaran massa secara perorangan

Seorang anggota satuan dalmas dilarang keluar dari ikatan satuan/formasi dan melakukan pengejaran massa secara perorangan.

6. Mundur membelakangi massa pengunjuk rasa

Seorang anggota satuan dalmas saat melakukan gerakan mundur dilarang membelakangi massa pengunjuk rasa karena hal ini akan membahayakan anggota tersebut, maka dalam gerakan mundur satuan dalmas tetap harus menghadap ke massa, sehingga tahu apa yang akan dilakukan oleh massa, sehingga satuan dalmas dapat mengambil tindakan sesuai dengan keadaan.

7. Mengucapkan kata-kata kotor, pelecehan seksual / perbuatan asusila, memaki-maki pengunjuk rasa

Seorang anggota satuan dalmas dilarang mengucapkan kata-kata kotor, pelecehan seksual/perbuatan asusila, memaki-maki pengunjuk rasa karena hal ini akan memancing emosi massa yang dapat berakibat fatal atau massa menjadi anarkis dan juga menambah persoalan yang baru.

8. Melakukan perbuatan lainnya yang melanggar peraturan perundang-undangan

Seorang anggota satuan dalmas dilarang melakukan  perbuatan yang dilarang  atau yang tidak sesuai prosedur.

 

Baca :

Pengertian tentang Dalmas

14 Persyaratan Sebagai Anggota Dalmas

6 Kewajiban Sebagai Anggota Dalmas

6 Kewajiban Sebagai Anggota Dalmas

Agar tidak melakukan pelanggaran, setiap pelaksanaan pengendalian massa harus mengetahui kewajiban-kewajiban yang dilakukan satuan dalmas antara lain :

1. Menghormati hak asasi manusia dari setiap orang yang melakukan unjuk rasa

Setiap anggota satuan dalmas dalam melaksanakan tugas harus menjunjung tinggi HAM, karena dalam unjuk rasa adalah dilindungi oleh undang-undang dan dalam pelaksanaan tugas satuan dalmas harus selalu menjunjung tinggi norma-norma HAM sehingga satuan dalmas dalam bertindak tidak terjadi pelanggaran HAM.

2. Melayani dan mengamankan pengunjuk rasa sesuai ketentuan

Setiap anggota satuan dalmas dalam melaksanakan tugas harus melayani dan mengamankan pengunjuk rasa sesuai ketentuan, karena sesuai dengan tugas kelompok Polri adalah sebagai pelayan masyarakat , jadi satuan dalmas harus melayani setiap pengunjuk rasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3. Setiap pergerakan pasukan dalmas selalu dalam ikatan satuan dan membentuk formasi sesuai ketentuan

Setiap anggota satuan dalmas dalam melaksanakan tugas harus dalam  setiap pergerakan pasukan dalmas selalu dalam ikatan satuan bukan bergerak sendiri-sendiri, harus tetap dalam formasi oleh karena itu satuan dalmas harus tetap dalam ikatan formasi.

4. Melindungi jiwa dan harta benda

Setiap anggota satuan dalmas dalam melaksanakan tugas harus  melindungi jiwa dan harta benda baik milik pengunjuk rasa atau objek yang diunjuk rasa, karena sudah menjadi kewajiban serta tugas anggota Polri sebagai pelindung masyarakat.

5. Tetap menjaga dan mempertahankan situasi hingga unjuk rasa selesai

Setiap anggota satuan dalmas dalam melaksanakan tugas harus melaksanakan tugas pengamanan mulai tahap persiapan sampai tahap konsolidasi /pengakhiran.

6. Patuh dan taat kepada perintah kepala kesatuan lapangan yang bertanggung jawab sesuai tingkatannya

Setiap anggota satuan dalmas dalam melaksanakan tugas harus patuh dan taat kepada perintah Kepala kesatuan lapangan yang bertanggung jawab sesuai tingkatannya karena satuan  dalmas merupakan pasukan yang bergerak dalam ikatan, maka ketaatan dan kepatuhan akan sangat penting guna menunjang pelaksanaan tugas di lapangan.

 

Baca :

Pengertian tentang Dalmas

Larangan sebagai anggota Dalmas

14 Persyaratan sebagai anggota Dalmas

 

14 Persyaratan yang Harus Dimiliki Anggota Dalmas

Sebagai seorang anggota Polri khususnya Dalmas, tidaklah mudah dalam melaksanakan tugas agar sesuai dengan prosedur dan hukum yang berlaku. Berikut beberapa persyaratan yang harus dimiliki oleh satuan dalmas antara lain :

1. Mental dan moral yang baik

Sebagai seorang anggota dalmas diperlukan mental moral yang baik sehingga dalam pelaksanaan tugas pengamanan unjuk rasa akan terhindar dari perbuatan yang tercela, contoh: anggota dalmas dilarang mengeluarkan kata-kata kotor dll, dengan cara pembinaan mental secara rutin satuan Dalmas akan mempunyai mental yang baik.

2. Keteguhan hati dan loyalitas tinggi

Sebagai seorang anggota dalmas diperlukan keteguhan hati dan loyalitas tinggi sehingga dalam pelaksanaan tugas pengamanan unjuk rasa tidak    mudah menyerah dengan keadaan dan juga tetap loyal pada kepentingan dinas dengan prinsip sebagai seorang satuan dalmas yang tunduk atas perintah.

3. Dedikasi dan disiplin yang tinggi

Sebagai seorang anggota dalmas diperlukan dedikasi dan disiplin yang tinggi dikarenakan pasukan Dalmas senantiasa berhadapan dengan massa yang berasal dari berbagai latar belakang sehingga memerlukan dedikasi dalam tugas dan disiplin yang tinggi karena apabila salah dalam bertindak karena kurangnya dedikasi maka akan berhadapan dengan pelanggaran yang menjurus pada salah prosedur dll.

4. Nilai kesamaptaan jasmani paling rendah 65

Sebagai seorang anggota dalmas diperlukan dengan nilai kesamaptaan yang minimal 65 , berarti seorang anggota satuan dalmas diperlukan fisik yang prima dikarenakan pasukan dalmas memerlukan kekuatan fisik yang prima dalam pelaksanaan pengamanan unjuk rasa.

5. Penguasaan terhadap peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pengendalian massa

Sebagai seorang anggota dalmas diperlukan Perkap No.16 tahun 2006, Kep Dir Samapta Polri 62/VII/2007, Protap No.01/V/2004, Perkap No.1 tahun 2009 guna menunjang pelaksanaan tugas, sehingga tidak terjadi salah prosedur dan juga salah dalam pelaksanaan tugas. Dengan jalan sering diberikan pelatihan dan juga wawasan tentang undang undang yang berkaitan dengan kegiatan Dalmas.

6. Mampu bekerja sama secara tim

Sebagai seorang anggota dalmas diperlukan kerjasama tim, karena dalam gerakan  dalmas bukan gerakan perorangan tetapi merupakan kerjasama sebuah tim yang terbentuk dalam suatu formasi dalmas.

7. Sikap netral

Sebagai seorang anggota dalmas diperlukan sikap netral dalam pelaksanaan tugas, dalam artian satuan dalmas tidak boleh memihak kepada sesuatu golongan tetapi tetap netral melaksanakan tugas sesuai dengan tugas kelompokok fungsi dan peranannya, sehingga dalam pelasanaan tugas berjalan dengan lancar.

8. Kemampuan bela diri

Sebagai seorang anggota dalmas diperlukan kemampuan beladiri, dikarenakan satuan dalmas dalam pelaksanaan tugas tidak jarang harus berhadapan dengan massa yang anarkis, dengan begitu setiap anggota wajib menguasai teknik bela diri guna mendukung pelaksanaan tugas di lapangan, dengan cara latihan rutin seperti beladiri dan penggunaan tongkat  ”T”.

9. Kemampuan dalam menggunakan peralatan dalmas

Sebagai seorang anggota dalmas diperlukan Kemampuan dalam menggunakan peralatan dalmas, ini sangat penting karena hal itu merupakan kelengkapan perorangan maupun pasukan dalam kegiatan pengamanan unjuk rasa, dengan menguasai peralatan dalmas maka akan menunjang pelaksanaan pengamanan unjuk rasa, dengan cara latihan secara rutin tentang penggunaan alat khusus maupun alat utama dalmas.

10. Kemampuan membentuk/mengubah formasi dengan cepat

Sebagai seorang anggota dalmas diperlukan kemampuan membentuk/mengubah formasi dengan cepat yang diperlukan dalam mengantisipasi perubahan/eskalasi massa dari damai ke anarkis, sehingga akan menunjang pelaksanaan tugas, dengan cara latihan secara rutin formasi–formasi dari berbagai jenis latihan

11. Kemampuan menilai karakteristik massa secara umum

Sebagai seorang anggota dalmas diperlukan kemampuan menilai karakteristik massa secara umum sesuai eskalasi, guna pengamanan secara profesional dengan mengenal sifat dan karekteristik massa akan lebih mudah dalam berkomunikasi dan pengendalian massa.

12. Kemampuan berkomunikasi dengan baik

Sebagai seorang angota dalmas diperlukan kemampuan berkomunikasi dengan baik guna mempermudah dalam komunikasi dengan massa maupun dengan satuan lain guna menghindarkan salah pengertian dalam komunikasi, sehingga terjadi dialog atau komunikasi yang baik antara petugas dan massa atau sebaliknya.

13. Kemampuan menggunakan kendaraan taktis pengurai massa dan alat khusus dalmas lainnya dengan baik

Sebagai satuan dalmas diperlukan  kemampuan menggunakan kendaraan taktis (rantis) pengurai massa dan alat khusus Dalmas lainnya dengan baik dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas lebih khusus lagi untuk menghadapi massa yang anarkis , dengan menguasai alsus rantis maka akan mendukung dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

14. Kemampuan naik-turun kendaraan dengan tertib dan kecepatan berkumpul

Sebagai seorang anggota dalmas diperlukan  kemampuan naik-turun kendaraan dengan tertib dan kecepatan berkumpul sangat penting dalam satuan dalmas, pada pelaksanaan di lapangan diperlukan kecepatan bertindak dan berkumpul dengan jalan naik dan turun kendaraan kemudian langsung membentuk formasi, maka akan mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

 

Baca :

  1. Pengertian tentang Dalmas
  2. Kewajiban Sebagai Anggota Dalmas
  3. Larangan Sebagai Anggota Dalmas

 

Pengertian tentang Dalmas (Pengendalian Massa)

Pengendalian Massa (Dalmas)

Pengendalian massa yang selanjutnya disebut dalmas adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan Polri (kompi,peleton) dalam rangka menghadapi massa pengunjuk rasa.

Dalmas Awal

Dalmas awal adalah satuan dalmas yang tidak dilengkapi dengan alat-alat perlengkapan khusus kepolisian, digerakkan dalam menghadapi kondisi massa masih tertib dan teratur/situasi hijau.

Dalmas Lanjut

Dalmas lanjut adalah satuan dalmas yang dilengkapi dengan alat-alat perlengkapan khusus kepolisian, digerakkan dalam menghadapi kondisi massa sudah tidak tertib/situasi kuning.

Lapis Ganti

Lapis ganti adalah kegiatan peralihan kendali dari satuan dalmas awal ke dalmas Lanjut.

Lintas Ganti

Lintas ganti adalah kegiatan peralihan kendali dari satuan kompi dalmas Lanjut kepada satuan kompi/detasemen penanggulangan huru-hara brimob.

Negosiator

Negosiator adalah anggota Polri yang melaksanakan perundingan melalui tawar-menawar dengan massa pengunjuk rasa untuk mendapatkan kesepakatan bersama.

Penanggulangan Huru-hara

Penanggulangan huru-hara yang selanjutnya disebut PHH adalah rangkaian kegiatan atau proses/cara dalam mengantisipasi atau menghadapi terjadinya kerusuhan massa atau huru-hara guna melindungi warga masyarakat dari ekses yang ditimbulkan.

 

 

 

Baca :

Pesyaratan yang harus dimiliki oleh anggota Dalmas

6 Kewajiban Sebagai Anggota Dalmas

8 Larangan Sebagai Anggota Dalmas

KEDEPAN, POLRI AKAN SEMAKIN BAIK ~

Tulisan ini bertajuk pada opini tentang Improvement Polri yang harus dimulai dari diri sendiri. wawancara eksklusif dengan Bpk. Brigadir Polisi Arthur Hurulean seorang Bhabinkamtibmas berprestasi dari Polres Maluku tenggara, Kepulauan Kei, Polda Maluku yang Awal tahun kemarin telah mendapatkan penghargaan dari Presiden dan Kapolri karena melaksanakan tugas dengan ikhlas…

“Percayalah,…Polri kedepan akan semakin baik dek…”

Terlintas di pikiran bahwa semangat seperti ini yang akan menjadikan Institusi Polri menjadi semakin baik dalam mencapai tujuan nasional…

Apakah hanya dengan kata-kata mutiara saja?? atau Quotes penggairah semangat??

Tentu saja tidak, kita bisa lakukan dari hal-hal kecil yang bahkan tidak terlihat secara visual di masyarakat… Intinya mulailah reformasi ini dari diri sendiri… hilangkan image masyarakat tentang Polri yang semakin buruk…. Tunjukan kinerja kita bahwa kita mampu mengemban tugas mulia ini dengan baik…

Kita berbicara Organisasi Polri bisa dianalogikan seperti Tubuh Manusia dimana dari saraf otak kepala akan menyalurkan perintah kepada seluruh anggota tubuh…

Semua saling membutuhkan dan berkaitan…

Tidak ada fungsi organ dalam tubuh yang bisa melaksanakan seluruh kegiatan yang kita perlukan dengan sempurna. Singkatnya setiap komponen ini saling membutuhkan… Tangan kanan membutuhkan tangan kiri, tubuh membutuhkan kedua kaki, Telinga, Mata, dll….

Organisasi Polri terdiri dari berbagai pengemban fungsi yang tugas pokoknya tentu saja berbeda….

Kita menjadi Anggota Polri tidak harus menjadi seorang penyidik, tidak selalu kesuksesan berada pada fungsi Reskrim yang dalam hal ini mengemban fungsi represif….

Coba dibayangkan seorang Bhabinkamtibmas mengemban salah satu tugas Pre-emtif akan menjadi ujung tombak pertama apakah Fungsi lain akan bekerja atau tidak…., Bhabin menyatu dengan masyarakat, kesuksesan kita disini (dihati)….

Tugas Pre-emtif yang dilakukan seorang Bhabinkamtibmas akan menjadi pintu gerbang antara Polri dan Masyarakat dalam menjalin hubungan sebagai teman, bahkan sebagai keluarga, sehingga dapat memperoleh kepercayaan serta partisipasi masyarakat…

Setiap Anggota Polri pengemban Polmas

Semua satuan tugas Polri baik satuan Reskrim, Lantas, Intel, Sabhara dan Juga Binmas adalah pengemban Polmas dimana pemahamannya Polmas merupakan strategi untuk menyampaikan serta mengingatkan bahwa masyarakat memiliki peran yang besar dalam menciptakan keamanan dan ketertiban yang optimal…

Di lingkungan masyarakat tidak akan tahu atau peduli tentang kita Polri fungsi reskrim, Binmas, Sabhara, dll…. Yang masyarakat tahu adalah Polisi. Polisi sebagai Pelindung, Pengayom, dan Pelayan Masyarakat. Yang kita wakilkan bukan fungsi kita masing-masing tapi Negara dan seluruh POLRI di Indonesia. Mulai tindakan persuasif dengan lingkungan sekitar, berikan feed back positif, luncurkan respon yang baik…

Mungkin dari hal-hal kecil ini kita akan mengerti tentang apa arti kesuksesan yang sebenarnya dalam tubuh Polri, semua saling berkaitan, Masyarakat, Hukum, Negara….

Berbuat baik dari diri sendiri, bekerja dengan ikhlas, tentunya memperhatikan akuntabilitas, serta tujuan nasional kita…

“Kedepan, Polri Akan Semakin Baik”

 

Terimakasih atas waktunya…

Salam Hangat,

Dedek Buana

 

 

TUGAS POKOK DAN FUNGSI DIT SABHARA

Direktorat Sabhara (Samapta Bhayangkara), merupakan unsur pelaksana tugas Polri berada dibawah Kapolda langsung dan bertugas menyelenggarakan kegiatan Turjawali (Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, Patroli), Dalmas (Pengendalian massa), SAR (Seacrh And Rescue) , Bantuan Satwa (k-9).

Tugas Pokok Sabhara Polri

Tuga Pokok Sabhara adalah melaksanakan fungsi kepolisian tugas preventif terhadap pelanggaran hukum atau gangguan Kamtibmas dengan kegiatan penjagaan, pengawalan dan patroli dengan sasaran pokoknya adalah :

  • Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
  • Meniadakan unsur kesempatan atau peluang bagi anggota masyarakat yang berniat melakukan pelanggaran hukum.
  • Melaksankan tindakan represif tahap awal serta bentuk gangguan kamtibmas.
  • Melaksanakan penegakan hukum terbatas (Gakkumtas)contoh : tipiring dan penegakan Perda.
  • Pemberdayaan dukungan satwa dalam tugas Opnal Kepolisian.
  • Melaksanakan Search And Resque (SAR) terbatas.

disamping itu secara umum bertugas :

  1. Pengaturan kegiatan masyarakat dan pemerintahan
  2. Penjagaan
  3. Pengawalan
  4. Patroli
  5. TPTKP (Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara)
  6. Bansar / Bantuan SAR
  7. Dalmas (Pengendalian Massa)
  8. Negosiasi
  9. Tipiring (Tindak Pidana Ringan)

Fungsi Sabhara Polri

  1. Pembinaan pengemban Fungsi Sabhara Polri yang meliputi perumusan dan pengembangan Sismet, Supervisi, Binteknis, Pelaksanaan fungsi Sabhara dan perencanaan kebutuhan personel dan peralatan serta melaksanakan anev.
  2. Menyelenggarakan pembinaan teknis, pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas).
  3. Pembinaan dan penyelenggaraan Fungsi Satwa (K-9).
  4. Melaksanakan Kepolisian tugas umum sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat serta penegakkan hukum sesuai dengan fungsinya dalam rangka Memelihata Keamaanan dan Ketertiban Masyarakat.

 

Baca :

  1. Pengertian tentang Dalmas
  2. Makna Lambang Polisi Lalu-Lintas
  3. Tugas Pokok, fungsi, dan peranan Dit Lantas
  4. Tugas Pokok, fungsi, dan peranan Dit Binmas
  5. Tugas Pokok, fungsi, dan peranan Dit Reskrimum