Syarat Umum Tes Masuk Paskibraka

BERIKUT SYARAT UMUM TES MASUK PASKIBRAKA



“Paskibraka” banyak siswa dan siswi yang ingin menjadi seorang paskibraka, namun menjadi seorang paskibraka bukanlah hal yang mudah. Berdasarkan pengalaman penulis waktu menjalani masa-masa seleksi untuk menjadi seorang paskibraka, ada beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi.

Berikut beberapa hal dan kriteria yang perlu dipenuhi untuk menjadi seorang paskibraka :
1.     Tinggi badan memenuhi syarat yang ditentukan yaitu :
–       putra min 165cm – 180cm
–       putri min 160cm – 175cm
2.     Memiliki niat dan keinginan untuk menjadi seorang paskibraka dan bersedia     aktif di organisasi PPI (Purna Paskibraka Indonesia).
3.     Memiliki postur yang ideal (yaitu tinggi badan dikurangi 110 = berat badan )
4.     Postur tubuh tegak dan tidak cacat pada bagian mata, kulit, gigi, terutama kaki tidak berbentuk X ataupun O. baca juga penyebab kaki X atau O
5.     Tidak memiliki penyakit bawaan/kambuhan
6.     Berkepribadian dan berakhlak mulia.
     Tahapan-tahapan seleksi paskibraka :
–  parade PBB , pada tahap ini teman-teman akan diuji   dan di tes gerakan PBB yaitu        mulai dari sikap sempurna , hadap kanan-kiri, balik kanan, jalan di tempat, langkah tegak, dll mengenai PBB.
 
– Interview , pada tahap ini teman-teman akan ditanya mengenai pengetahuan terhadap Negara, contohnya yaitu minimal mengetahui presiden Indonesia dari yang pertama hingga  saat ini , mengetahui hari-hari besar Negara kita , mengetahui lagu kebangsaan Negara kita, mengetahui pahlawan-pahlawan Negara kita dan pengetahuan umum lainnya sesuai dengan perkebangan.
 
– tes jasmani  , pada bagian ini fisik teman-teman akan diadu (lari 12 menit, push up, sit up, back up, lari angka 8) sebiknya persiapkan fisik teman-teman dengan matang.
– Tes seni dan bakat, pada tahap ini teman-teman akan disuruh untuk menampilkan bakat teman-teman diutamakan bisa menyanyi lagu daerah masing-masing dan tarian daerah masing-masing.
Demikian beberapa syarat umum mengenai seleksi paskibraka sesuai dengan pengalaman penulis, semoga bermanfaat ;).

36 thoughts on “Syarat Umum Tes Masuk Paskibraka”

    1. halo Mita,
      untuk gingsul dalam penerimaan paskibraka relative tergantung tim pengujinya, tapi berdasarkan pengalaman saya, gigi gingsul tidak terlalu dipermasalahkan untuk syarat, lebih mengedepankan outlook dan postur,
      berbeda dengan penerimaan polri, kalau pengalaman saya pas seleksi 4 tahun silam, semua bentuk gigi diperhatikan secara detail oleh tim penguji,
      Demikian jawaban kami,
      Tks

  1. Kak maksudnya tidak cacat pada bagian kulit itu maksudnya tidak ada alergi kulit atau tidak cacat (tidak ada kalat bekas luka dll) ?

    1. bukan seperti itu maksudnya, cacat bagian kulit yang sangat terlihat dan kemungkinan menjadi sumber perhatian (karena menjadi paskibraka bagian kulit yang terlihat adalah bagian wajah), misalnya sumbing

    1. Gak harus, dulu angkatan saya siapa saja boleh mengikuti seleksi dan dari sekolah manapun, tapi kembali lagi kepada kebijakan masing2 PPI di daerah, ada bbrpa yang mengharuskan alumnk anggota LKBB yang langsung diambil untuk mengikuti seleksi Paskibraka

    1. Untuk di tingkat daerah dan nasional pastinya akan sangat susah dan mengurangi nilai, usahakan pelajari kebudayaan di daerah masing-masing karena menjadi persyaratan dalam seleksi paskibraka

  2. Mas, izin bertanya kalau gigi berlubang lebih baiknya ditambal saja atau bagaimana? Kalau saat test seleksi paskibraka sangat mempengaruhi tidak jika gigi berlubang?

    1. Halo Aryo,
      untuk gigi berlubang saran saya lebih baik di tambal langsung, walaupun tidak begitu mempengaruhi terhadap tahapan seleksi, dengan catatan gigi tidak mengganggu kesehata saat pendidikan (meradang),
      demikian jawaban kami, terimakasih, semoga lancar 😉

        1. Sedikit mengurangi nilai, namun tidak terlalu menjadi faktor utama, yang terpenting dalam seleksi paskibraka adalah postur dan penapilan serta gerakan,
          Beda hal kalau misalnya seleksi mencari TNI/POLRI

    1. ada akumulasinya, memang normatifnya dibutuhkan calon yang ideal sesuai dengan formasi yang diperlukan, kalau memang merasa belum ideal silahkan diprogram olahraga dan porsi makannya sehingga tercapai target yang diinginkan

    1. pasti ada, usahakan jangan dalam keadaan sakit atau yang berpotensi menjadi sakit dikemudian hari pas pendidikan, karena panitia menilai itu, apabila tidak berpotensi sakti atau mempengaruhi dalam proses pendidikan maka tidak masalah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *