Syarat Penerimaan SIPSS 2019 (Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana) – Tentang POLRI

SIPSS adalah kepanjangan dari Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana merupakan pendidikan Kepolisian bagi para sarjana yang dibutuhkan dalam profesi Kepolisian untuk dididik dan dibentuk menjadi Inspektur Polisi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kemampuan dan ketangguhan. Sikap dan perilaku terpuji dalam rangka melaksanakan tugas-tugas kepolisian sesusai dengan peranannya sebagai inspektur polisi yang ahli di bidang ilmunya guna mendukung tugas Kepolisian.

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/95/I/DIK.2.1./2019 tanggal 11 Januari 2019 menyebutkan bahwa pendaftaran penerimaan SIPSS T.A. 2019 dilaksanakan dari tanggal 15 s/d 31 Januari 2019. Adapun persayaratan untuk mendaftar menjadi Calon Siswa SIPSS adalah sebagai berikut:

1. Persyaratan Umum:
  • Warga negara Indonesia
  • Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
  • Berumur paling rendah 18 tahun
  • Sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba (dengan surat keterangan bebas narkoba dari instansi berwenang)
  • Tidak sedang terlibat kasus pidana atau pernah dipidana karena melakukan kejahatan yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polres/Polda setempat
  • Berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela
  • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan bersedia ditempatkan pada satuan kerja sesuai keahlian atau latar belakang program studinya.
2. Persyaratan Khusus:

Pria dan wanita belum pernah menjadi anggota POLRI

Berijazah :

  • S2/s2 Profesi :
  1. Kedokteran forensik (Profesi)
  2. Kedokteran Klinis (Profesi)
  3. Psikologi (Profesi)
  4. Ilmu agama (Tafsir Hadist)
  • S1/s1 Profesi :
  1. Kedokteran umum (Profesi)
  2. Kedokteran gigi (Profesi)
  3. Kedokteran hewan
  4. Teknik informatika
  5. Teknologi ilmu komputer
  6. Bahasa arab
  7. Bahasa mandarin
  8. Ekonomi akuntansi
  9. Ekonomi keuangan
  10. Perpajakan
  11. Hubungan internasional
  12. Teknik elektro
  13. Kimia murni
  14. Teknik kimia
  15. Biologi
  16. Teknik sipil
  17. Teknik mesin
  18. Teknik metalurgi dan/atau Teknik material
  19. Komunikasi
  20. Desain grafis
  21. Farmasi
  22. Ilmu kearsipan/kepustakaan
  23. Ilmu gizi
  24. Statistik
  25. S1/S2 dan CPL Flying School
  26. Agama Hindu
  27. Agama Katolik
  28. Desain komunikasi visual
  29. Ilmu agama (Tafsir hadist)
  30. Jurnalistik
  • DIV:
  1. Ahli nautika TK. III (wajib memiliki ijazah ahli nautika TK. III dari Ditjen Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan Republik Indonesia)
  2. Ahli teknika TK. III (wajib memiliki ijazah ahli teknika TK. III dari Ditjen Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan Republik Indonesia)
  • Khusus untuk Prodi kedokteran :
  1. Dokter forensik dan klinis menyertakan surat keterangan lulus dari kepala bagian program pendidikan dokter spesialis (Ijazah dokter spesialis)
  2. Dokter umum wajib mempunyai Surat Tanda Selesai Internsip (STSI) dan Surat Tanda Registrasi (STR) Definitif

Bagi lulusan yang berasal dari PTN/PTS dengan Prodi yang terakreditasi A dan B dengan IPK 2,75 terdaftar di BAN-PT serta wajib melampirkan tanda lulus/Ijazah yang dilegalisir atau diketahui oleh pembantu dekan bidang akademik.

Bagi lulusan perguruan tinggi di luar negeri wajib melampirkan surat keputusan penyetaraan yang dikeluarkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi KEMDIKBUD

Umur pada saat pembukaan pendidikan dan pembentukan SIPSS T.A. 2019, yaitu :

  • Maksimal 33 Tahun untuk S2 Profesi dan S1/S2 Berkompetensi Penerbang
  • Maksimal 29 Tahun untuk S1 Profesi
  • Maksimal 26 Tahun untuk S1/DIV

Tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku):

  • Pria : 158 cm
  • Wanita : 155 cm

Belum pernah menikah secara hukum positif/agama/adat (belum pernah hamil / melahirkan) dan sanggup untuk tidak menikah selama pendidikan pembentukan, khusus untuk S2 Profesi dan S1/S2 Berkompetensi penerbang diperbolehkan sudah menikah, namun bagi wanita belum mempunyai anak dan sanggup tidak mempunyai anak/hamil selama dalam pendidikan pembentukan.

Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun terhitung mulai diangkat menjadi perwira POLRI

Tidak terikat perjanjian ikatan dinas dengan instansi lain

Mendapat persetujuan dari instansi yang bersangkutan bagi yang sudah bekerja dan pernyataan berhenti dengan hormat bila lulus seleksi dan terpilih masuk pendidikan pembetukan POLRI.

Berikut diatas adalah beberapa persyaratan utama untuk mendaftar menjadi anggota Polri SIPSS T.A. 2019,

Semoga berhasil ūüėČ

Apa itu SIPSS ? tentang POLRI

SIPSS adalah kepanjangan dari Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana merupakan pendidikan Kepolisian bagi para sarjana yang dibutuhkan dalam profesi Kepolisian untuk dididik dan dibentuk menjadi Inspektur Polisi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kemampuan dan ketangguhan. Sikap dan perilaku terpuji dalam rangka melaksanakan tugas-tugas kepolisian sesusai dengan peranannya sebagai inspektur polisi yang ahli di bidang ilmunya guna mendukung tugas Kepolisian.

Siswa SIPSS menempuh pendidikan selama 6 bulan lamanya sebelum nantinya dilantik dan bertugas menjadi anggota Polri di bidangnya masing-masing. Pendidikan yang dilaksanakan di Akpol (Semarang) membentuk perwira Polri yang memiliki kompeten dan spesifikasi sebagai anggota Polri dalam pelaksanaan tugas Polri kedepan.

Untuk mendaftar menjadi anggota Polri melalui jalur SIPSS, maka teman-teman harus memenuhi kriteria program studi yang dibutuhkan. Untuk program studi yang dibutuhkan tiap tahun berbeda-beda kebutuhannya sesuai dengan perkembangan dan beban tugas yang dihadapi.

Pendaftaran SIPSS dilakukan secara online melalui www.penerimaan.polri.go.id, apabila pendaftaran telah diterima maka hal selanjutnya yang perlu kita persiapkan adalah kelengkapan adminsitrasi untuk kemudian diverifikasi di Polda masing-masing. Setelah lolos melakukan verifikasi barulah kita melaksanakan seleksi SIPSS.

Ikatan Dinas, Hak-hak, dan Peraturan Disiplin Anggota Polri [UU No. 2 Tahun 2002]

Ikatan Dinas

    • Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia menjalani dinas keanggotaan dengan ikatan dinas (Pasal 24 ayat 1).

    • Ketentuan ikatan dinas diatur dengan Keputusan Presiden(Pasal 24 ayat 2).

      Hak-hak

  • Setiap anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia diberi pangkat yang mencerminkan peran, fungsi dan kemampuan, serta sebagai keabsahan wewenang dan tanggung jawab ¬†¬†¬†¬†dalam penugasannya ¬†(Pasal 25 ayat 1).

  • Ketentuan mengenai susunan, sebutan, dan keselarasan pangkat-pangkat diatur dengan Keputusan Kapolri (Pasal 25 ayat 1).

  • Setiap anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia memperoleh gaji hak-hak lainnya yang adil dan layak (Pasal 26 ayat 1).

  • Ketentuan mengenai gaji dan hak-hak lainnya diatur dengan Peraturan Pemerintah (Pasal 26 ayat 1).

    Peraturan Disiplin

  • Untuk membina persatuan dan kesatuan serta meningkatkan semangat kerja dan moril, diadakan peraturan disiplin anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Pasal 27 ayat 1).

  • Ketentuan mengenai peraturan disiplin diatur dengan Peraturan Pemerintah (Pasal 27 ayat 2).

Tugas dan Wewenang POLRI [UU No. 2 Tahun 2002]

1. Tugas Pokok Polri

Tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah (Pasal 13 ):

    1. Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat;

    2. Menegakkanhukum, dan

    3. Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

2. Tugas

a. Dalam melaksanakan tugas pokok, Kepolisian Negara Republik Indonesia bertugas (Pasal 14 Ayat 1):

    1. Melaksanakan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan.

    2. Menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di jalan.

    3. Membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, kesadaran hukum masyarakat serta ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan.

    4. Turut serta dalam pembinaan hukum nasional.

    5. Memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum.

    6. Melakukan koordinasi, pengawasan, dan pembinaan teknis terhadap kepolisian khusus, penyidik pegawai negeri sipil dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa.

    7. Melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua tindak pidana  sesuai dengan hukum.

    8. Menyelenggarakan identifikasi kepolisian, kedokteran kepolisian, laboratorium forensik dan psikologi kepolisian untuk kepentingan tugas kepolisian.

    9. Melindungi keselamatan jiwa raga, harta benda, masyarakat, dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

    10. Melayani kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan/atau pihak yang berwenang.

    11. Memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kepentingannya dalam lingkup tugas kepolisian.

    12. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

b. Tata cara pelaksanaan ketentua diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah (Pasal 14 ayat 2).

 

2. Wewenang Polri

a). Wewenang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Pasal 15 ayat 1):

  1. Menerima laporan dan/atau pengaduan.

  2. Membantu menyelesaikan perselisihanwarga masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban umum.

  3. Mencegah dan menanggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat.

  4. Mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

  5. Mengeluarkan peraturan kepolisian dalam   lingkup kewenangan administratife kepolisian.

  6. Melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan.

  7. Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian.

  8. Mengambil sidik jari dan identitas lainnya serta memotret seseorang;

  9. Mencari keterangan dan barang bukti.

  10. Menyelenggarakan Pusat Informasi Kriminal Nasional.

  11. Mengeluarkan surat izin dan/atau surat keterangan yang diperlukan dalam  rangka pelayanan masyarakat.

  12. Memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan   pengadilan, kegiatan instansi lain, serta kegiatan masyarakat.

  13. Menerima dan menyimpan barang temuan untuk sementara waktu.

b). Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan   lainnya berwenang (Pasal 15 ayat 2) :

  1. Memberikan izin dan mengawasi kegiatan keramaian umum dan kegiatan masyarakat lainnya (Tata cara pelaksanaan diatur dengan Peraturan Pemerintah).

  2. Menyelenggarakan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor.

  3. Memberikan surat izin mengemudi kendaraan bermotor (Tata cara pelaksanaan diatur dengan Peraturan Pemerintah).

  4. Menerima pemberitahuan tentang kegiatan politik.

  5. Memberikan izin dan melakukan pengawasan senjata api, bahan peledak, dan senjata tajam.

  6. Memberikan izin operasional dan melakukan pengawasan terhadap badan usaha di bidang jasa pengamanan.

  7. Memberikan petunjuk, mendidik, dan melatih aparat kepolisian khusus dan petugas pengamanan swakarsa dalam bidang teknis kepolisian.

  8. Melakukan kerja sama dengan kepolisian negara lain dalam menyidik dan memberantas kejahatan internasional.

  9. Melakukan pengawasan fungsional kepolisian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia dengan koordinasi instansi terkait.

  10. Mewakili pemerintah Republik Indonesia dalam organisasi kepolisian internasional.

  11. Melaksanakan kewenangan lain yang termasuk dalam lingkup tugas Kepolisian.

c). Dalam rangka menyelenggarakan tugas bidang proses pidana, Kepolisian Negara Republik Indonesia berwenang untuk (Pasal 16 ayat 1) :

  1. Melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan penyitaan.

  2. Melarang setiap orang meninggalkan atau memasuki tempat kejadian perkara untuk kepentingan penyidikan.

  3. Membawa dan menghadapkan orang kepada penyidik dalam rangka penyidikan.

  4. Menyuruh berhenti orang yang dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri.

  5. Melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat.

  6. Memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi.

  7. Mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara.

  8. Mengadakan penghentian penyidikan.

  9. Menyerahkan berkas perkara kepada penuntut umum.

  10. Mengajukan permintaan secara langsung kepada pejabat imigrasi yang berwenang di tempat pemeriksaan imigrasi dalam keadaan mendesak atau mendadak untuk mencegah atau menangkal orang yang disangka melakukan tindak pidana.

  11. Memberi petunjuk dan bantuan penyidikan kepada penyidik pegawai negeri sipil serta menerima hasil penyidikan penyidik pegawai negeri sipil untuk diserahkan kepada penuntut umum; dan

  12. Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab.

d). Tindakan lain adalah tindakan penyelidikan dan penyidikan yang dilaksanakan jika memenuhi   syarat sebagai berikut (Pasal 16 ayat 2) :

  1. Tidak bertentangan dengan suatu aturan hukum.

  2. Selaras dengan kewajiban hukum yang mengharuskan tindakan tersebut  dilakukan.

  3. Harus patut, masuk akal, dan termasuk dalam lingkungan jabatannya.

  4. Pertimbangan yang layak berdasarkan keadaan yang memaksa; dan

  5. Menghormati hak asasi manusia.

 

  • e). Pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia menjalankan tugas dan wewenangnya di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia, khususnya di daerah hukum pejabat yang bersangkutan ditugaskan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

  • f). Untuk kepentingan umum pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dapat bertindak menurut penilaiannya sendiri (Pasal 18 ayat 1).

  • g). Pelaksanaan ketentuan hanya dapat dilakukan dalam keadaan yang sangat perlu dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan, serta Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia(Pasal 18 ayat 1).

  • h). Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia :

    1. senantiasa bertindak berdasarkan norma hukum dan mengindahkan norma agama, kesopanan, kesusilaan, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia (Pasal 19 ayat1);

    2. Dalam melaksanakan tugas dan wewenang Kepolisian Negara Republik Indonesia mengutamakan tindakan pencegahan (Pasal 19 ayat 2).

 

[Profil] Tahap Menuju Brigadir Polisi, Bumi Kandung Lasikode Kupang 39

Upacara Pelantikan Brigadir Polri Angkatan 39 SPN Kupang (29 Desember 2014)

pagi itu saya masih melakukan aktifitas seperti biasanya…

duduk di bangku SMA kelas XII pada salah satu SMA RSBI (pada zaman itu)¬†di Gianyar Bali, “NESA” begitu orang-orang menyebutnya atau¬†SMA Negeri 1 Ubud…

Masih dalam masa-masa yang menegangkan, orang-orang di sekeliling sibuk dengan persiapan ujian nasional begitupun saya… ha..ha.. sampai-sampai saya ikut les fisika di salah satu guru fisika di Ubud¬†padahal ayah saya adalah seorang guru fisika ….lol.. terpengaruh¬†Classmate yang membuat saya menjadi orang aneh sendiri bila tidak ikut mereka….

yaa…¬†¬†anak-anak XII IPA 1¬†(yang katanya anak-anak kutu buku, namun bertolak belakang dengan saya)….

okay… kembali ke topik awal….

Dari sejak berumur 13 tahun saya memang memiliki cita-cita menjadi seorang anggota POLRI,,… memang sebelumnya sempat terpikir untuk menjadi seorang guru, mungkin karena orang tua saya seorang guru, namun seiring berjalan waktu dan usia saya ubah harapan tersebut…..

Seiring mempersiapkan diri untuk ujian nasional tidak kalah semangat juga saya mempersiapkan diri untuk menempuh tes masuk sebagai anggota Polri, mulai dari persiapan fisik, akademik, psikologi, dan yang terpenting kesehatan.

Pada bulan Maret 2014 telah dibuka pendaftaran untuk penerimaan Brigadir Polri, saya beserta beberapa teman SMA mulai mempersiapkan kelengkapan administrasi pendaftaran.

yaa… sistem pendaftarannya berbasis online yang kami akses di www.penerimaan.polri.go.id

Banyak persyaratan administrasi yang harus saya lengkapi, beberapa kali ada kesalahan penulisan, NIP Camat, dan kesalahan-kesalahan kecil yang membuat saya mondar-mandir untuk melengkapinya,

Setelah melengkapi persyaratan administrasi baik online maupun langsung di Polres akhirnya saya mendapatkan Kartu Nomor Peserta Penerimaan Brigadir Polri….

hmmmm…lega rasanya, sekarang saya sudah resmi menjadi calon siswa Brigadir Polri dan siap mengikuti seleksi…

One Step Closer Dek….

saatnya seriusss…..

Pada bulan April 2014 kami dikumpulkan di masing-masing Polres, karena saya ber-KTP Gianyar jadi saya mendaftar dan kumpul di gianyar,…

kami diberikan arahan mengenai jadwal dan tempat test yang akan dilaksanakan se-regional Bali yang pertama yaitu penandatanganan pakta integritas di Gor Purna Krida (Krobokan).

GOR Purna Krida (April 2014)

saya masih ingat, hari itu hari pertama kali saya bertemu dengan ribuan orang yang siap bersaing dari berbagai daerah di seluruh bali.

yakk… dipertengahan acara itu diumumkan mengenai tanggal pelaksanaan tes, dari tes kesehatan awal sampai pantukhir…

¬†Okay here we go…

  1. Pemeriksaan Kesehatan Tahap I

    pada tahap ini saya diperiksa seluruh keadaan fisik luar dari ujung kaki sampai ujung kepala, pemeriksaan gigi, mata, telinga, jerawat, tensi, bentuk kaki, varises , pokoknya semua yang termasuk bagian fisik luar, termasuk pemeriksaan terhadap organ intim kita,¬†, , yaakkk waktu itu nilai yang saya dapatkan B80 , lumayan tinggi,,¬†itu karena saya sudah pernah cek kesehatan sebelumnya di RS. Bhayangkara Polda Bali, jadi kita tau kekurangan pada fisik kita, pada saat itu terdapat varises dan varikokel yang langsung secepatnya saya ambil tindakan operasi…. sekedar masukan saja, bagi kalian yang berencana tes masuk TNI/POLRI , sesegera mungkin cek kesehatan agar kita tahu apa yang kurang dari diri kita…

  2. Psiko Tes 

    saat menjalani tes psiko saya mendapatkan hasil 67, memang tidak sesuai harapan, tapi syukurlah soalnya masih lolos. Pada tes ini sekitar 1/3 yang gugur. Tes psiko ini terdiri dari 5 macam tes.

  3. Tes Jasmani A 

    yaitu kemampuan berlari selama 12 menit, melakukan looping sebanyak-banyaknya, pada saat itu saya berlari mencapai 7 putaran 250m, 1 putara = 400m, bisa dibilang lumayan untuk hasil ini.

  4. Tes Jasmani B

    yaitu terdiri dari push up, sit up, pull up (pria), chinning (wanita), shuttle run.

  5. Tes Renang 

    Okay pada tes ini banyak yang gugur juga, renang sejauh 25m dengan gaya bebas tidak ditentukan, untuk memperoleh secepat-cepatnya.

  6. Pemeriksaan Anthropeometri 

    pada tes ini kita dilihat secara postur tubuh menggunakan tabel garis, dilihat balance keseluruhan pada tubuh kita.

  7. Tes Akademik 

    pada tahun anggaran 2014 (angkatan saya), tes akademik terdiri dari bahasa inggris, pengetahuan umum, dan matematika.

  8. Pemeriksaan Kesehatan Tahap II 

    pada tahap ini kita diperiksa kesehatan dalam organ tubuh, darah, urine , torak, dll.

  9. Pemeriksaan Kesehatan Kejiwaan (Keswa) 

    ujian ini kita akan dihadapkan pada 500 soal kejiwaan, kita harus konsisten dalam menjawab soalnya, karena lumayan mengecoh.

  10. Pemeriksaan Administrasi Akhir 

    ujian untuk memeriksa kembali kelengkapan serta keaslian administrasi peserta.

  11. Sidang Kelulusan 

    pada saat penentuan kelulusan terakhir, saya sangat bersyukur karena lulus terpilih bersama 65 orang lainnya dari Kabupaten Gianyar.

rekan seperjuangan (Mei 2014)

yak… next persiapan selanjutnya, gundul kepala, packing perlengkapan, and go¬†pendidikan ,¬†selama 7 bulan akan digodok untuk menjadi karakter seorang Anggota POLRI…

Angkatan saya Polda Bali seluruhnya akan diberangkatkan pendidikan di SPN Kupang, NTT.

okay…. sampai di SPN Kupang kita mulai penderitaan baru,temukan keluarga baru, mulai membentuk rekan-rekan seperjuangan yang biasa kami sebut leting,¬†buka pendidikan 3 juni 2014 dan penutupan pendidikan pada tanggal 29 Desember 2014.

image 1 first long march (juni 2014)

image 2 first long march (juni 2014)

2 bulan masa dasbhara adalah hal yang paling menyakitkan, kami digodok, dijungkir, merayap, guling, semua jenis pembinaan fisik kami lewati sebagai proses pembentukan mental dari mental sipil umum menjadi mental seorang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pembinaan Fisik (2014)

Ketangkasan Lapangan (Juli, 2014)

Pleton 2 kompi B Yon II

2 bulan berlalu, dengan kegiatan yang secara penuh mencabut HAM kami sebagai manusia, okay.. lupakan ,, semua pantas untuk dikenang namun pahit untuk diulang….. cekidot…

masuk 5 bulan masa pendidikan dimana lebih ke proses belajar tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan hak, kewenangan, tugas, fungsi, semua hal yang berkaitan kepolisian RI kami dapatkan dalam lemdik, terlebih hal hukum, dan pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri.

Apel persiapan Pesiar (2014)

masuk 2 bulan terakhir masa pendidikan, kami sudah mulai mempersiapkan untuk upacara pelantikan, dari persiapan upacara sampai ke peragaan. pada kala itu saya masuk ke tim peragaan beladiri tarung derajat, bersama 10 rekan saya yang lain sebagai perwakilan tarung untuk di depan podium.

3 Minggu terakhir sebelum pelantikan, kami harus menjalani 2 Minggu pelaksanaan Latja. Pada saat itu pembagian Pleton kami mendapat tempat di Polsek Kelapa Lima , Res Kupang Kota,

hari pertama Latja , Res Kupang Kota (Desember, 2014)

pendataan hasil penyitaan (Desember, 2014)

Banyak hal yang kami dapatkan sebagai bekal pelaksanaan tugas kami kedepan dari hasil latja yang singkat ini. selanjutnya kembali ke SPN dan siap untuk dilantik…

Apel terakhir sebelum Hari Pelantikan (Desember, 2014)

Minggu terkahir sebelum pelantikan, diumumkan mengenai siswa yang memperoleh peringkat terbaik, yaitu juara umum, peringkat Siswa Cendikiawan (Akademik Terbaik), peringkat Mental terbaik, dan peringkat siswa Trengginas (Fisik terbaik).

sangat bersyukur karena semua usaha dan kerja keras saya selama pendidikan menoreh hasil yang memuaskan, saya mendapatkan peringkat siswa cendikiawan,

bersama 3 siswa peringkat lainnya kami mendapat kehormatan untuk secara langsung disematkan pangkat, medali, ijazah, penghargaan langsung oleh Kapolda NTT.

okay,… 29 Desember 2014 kami seluruh angkatan 39 SPN Kupang siap untuk disumpah dan dilantik menjadi seorang Anggota Polri berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda).

Peringkat (Umum, Cendikiawan, Mental, Trengginas)

Pelantikan image 1 (29 Desember 2014)

Pelantikan image 2 (29 Desember 2014)

Pelantikan image 3 (29 Desember 2014)

Pendidikan berakhir, pembacaan penempatan tugas, saya bersama tiga ratusan leting dari Bali mendapat penempatan tugas di Polda Bali, dan 50 dari Bali mendapatkan penempatan tugas di Yanma Mabes Polri, sedangkan pengiriman Polda NTT kembali ke NTT seluruhnya begitu juga pengiriman Polda Jatim.

Semenjak penempatan tugas di Polda Bali, kami langsung dipindahkan seluruhnya pada Dit Sabhara Polda Bali, kemudian terpecah lagi ada di Subdit Gasum (Patroli, Bansar), ada di Subdit Dalmas, serta ada yang di Staf (termasuk saya bersama 9 orang lainnya).

dan terakhir saya ucapkan selamat bertugas, tetap berjuang…;)